TVRINews, Jakarta
Direktur Utama Lembaga Pengelola Usaha Keolahragaan (LPUK) Muhammad Gustri Oktaviandi mengatakan Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 menunjukkan peningkatan animo masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat industri olahraga nasional.
Gustri menyebut jumlah pengunjung yang terdaftar dalam ISS 2026 mencapai sekitar 71.000 orang. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan perdana pada 2025 yang mencatat sekitar 17.000 pengunjung.
"ISS ini kan edisi kedua. Pertama kali diinisiasi oleh Pak Menpora di tahun 2025, dilaksanakan di Desember. Pada saat itu attendance visitor itu sekitar 17.000. Nah, untuk ISS 2026, total visitor yang registrasi itu ada 71.000. Jadi menurut saya secara data dan secara number ini menunjukkan animo masyarakat luar biasa," kata Gustri kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Minggu, 13 September 2026.
Selain jumlah pengunjung, Gustri menilai ISS 2026 memiliki lebih banyak aktivitas dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Tahun ini, ISS menghadirkan job fair, Global Leadership Forum dengan pembicara dari dalam dan luar negeri, Champions Stage, serta berbagai kegiatan olahraga.
Di area pameran, terdapat sekitar 80 merek dari industri olahraga di luar sektor makanan dan minuman, serta 26 peserta dari sektor makanan dan minuman. Sejumlah aktivitas olahraga juga digelar, mulai dari turnamen taekwondo, latihan, yoga, pilates, basket 3x3, hingga Hyrox.
Menurut Gustri, peningkatan jumlah pengunjung dan ragam kegiatan tersebut menunjukkan perkembangan ISS pada penyelenggaraan tahun kedua. Namun, ia memastikan penyelenggara akan terus melakukan pengembangan agar ISS berikutnya dapat memberikan dampak yang lebih besar.
"Jadi kita harapkan ISS tahun kedua ini bisa disampaikan mungkin lebih baik dari ISS tahun pertama. Tapi kita komitmen supaya ISS di tahun ketiga juga akan jauh lebih baik sesuai dengan arahan dari Pak Menpora dan Wamenpora," ujar Gustri.
Gustri juga menjelaskan ISS tidak hanya menjadi ajang pameran industri olahraga, tetapi juga menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem olahraga, termasuk klub dan penggemar.
Salah satu program yang dikembangkan adalah Champions Stage. Forum tersebut mempertemukan klub-klub yang telah meraih prestasi dengan para penggemarnya secara lebih dekat.
Menurutnya, kehadiran Champions Stage memberikan kesempatan kepada penggemar untuk mengetahui perjalanan sebuah klub secara lebih mendalam, termasuk proses yang berlangsung di balik pencapaian mereka menjadi juara.
"Ini menjadi wadah, forum, momen di mana para klub yang memang telah meraih juara itu kita pertemukan dengan para fans secara eksklusif. Sehingga para fans itu tidak hanya bisa melihat klub-klubnya dari layar kaca atau dari pertandingan yang diselenggarakan di arena, tapi juga mengerti story behind dari setiap klub," kata Gustri.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Champions Stage melibatkan klub dari tiga cabang olahraga, yakni sepak bola, basket, dan voli. Gustri mengatakan program tersebut akan terus dikembangkan dengan melibatkan cabang olahraga dan klub lainnya pada tahun-tahun mendatang.
"Di awal ini kita start dari tiga cabor dulu, yaitu sepak bola, basket, dan voli yang memang fan base-nya di Indonesia banyak. Tapi kami komitmen di tahun-tahun berikutnya akan selalu diadakan Champions Stage ini dan juga melibatkan cabor lain dan klub lain, badminton, tenis, dan sebagainya," ucap Gustri.
Di sisi lain, Gustri mengatakan LPUK tengah memasuki tahap transformasi dalam menjalankan perannya sebagai badan layanan umum di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Menurutnya, LPUK akan berperan sebagai akselerator dan pendukung kebijakan Kemenpora, sekaligus menjadi penghubung antara pemerintah sebagai regulator dengan korporasi, klub, dan pelaku industri olahraga.
"LPUK sebagai BLU yang berada di bawah Kemenpora, kami harus menjadi akselerator dan pendukung dari kebijakan-kebijakan Kemenpora. Di mana Kemenpora sebagai regulator dan kami yang menjadi badan di tengah-tengah antara korporasi, klub, industri, dan juga regulator," tutur Gustri.
Ia menegaskan LPUK ke depan tidak diarahkan untuk bersaing dengan pelaku industri sebagai penyelenggara acara. Fokus lembaga tersebut akan bergeser pada optimalisasi aset dan kawasan olahraga yang berada di bawah Kemenpora.
"LPUK saat ini akan ditransformasikan menjadi salah satu badan lembaga yang nanti fokusnya pengelolaan aset dan kawasan olahraga di Kemenpora. Jadi bukan seperti EO atau bukan seperti bersaing dengan industri olahraga untuk mengadakan event," ujar Gustri.
Gustri menyebut optimalisasi aset olahraga tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang terintegrasi dan memiliki nilai ekonomi lebih besar.
Salah satu kawasan yang akan dikembangkan adalah kawasan olahraga di Cibubur seluas sekitar 8,6 hektare.
Kawasan tersebut telah memiliki sejumlah fasilitas, seperti Rumah Sakit Olahraga Nasional, fasilitas akuatik berstandar internasional, fasilitas gimnastik, serta gedung olahraga dengan kapasitas sekitar 1.800 orang.
Ke depan, LPUK berencana mengembangkan kawasan tersebut secara terintegrasi melalui kerja sama dengan mitra strategis. Salah satu rencana yang disiapkan adalah pengembangan sport science.
"Kita saat ini sudah punya Rumah Sakit Olahraga Nasional, di situ ada akuatik berstandar internasional, gimnastik, ada sports hall berkapasitas 1.800, dan nantinya kawasan itu menjadi end-to-end yang nanti kita kembangkan juga dikombinasikan dengan kerja sama dengan mitra-mitra strategis," ucap Gustri.
"Tahun depan akan kami kembangkan sport science, yang pada akhirnya nanti mendukung kemajuan olahraga dan juga para kompetisinya," kata Gustri menambahkan.










