TVRINews, Jakarta
Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menjelaskan alasan Timnas Indonesia lebih sering memainkan laga FIFA Matchday di kandang dibanding menjalani pertandingan tandang ke luar negeri.
Menurut Yunus, hingga saat ini belum banyak negara yang secara langsung mengundang Timnas Indonesia untuk menjalani pertandingan internasional. Selain itu, PSSI juga mempertimbangkan manfaat teknis maupun nonteknis sebelum menerima undangan dari federasi lain.
“Di samping memang keinginan kita untuk mengundang beberapa federasi atau tim dari luar, kita juga belum begitu banyak negara yang mengundang kita. Dan kalaupun ada, kita juga harus melihat apakah bermanfaat baik bagi PSSI,” ujar Yunus, Jumat, 8 Mei 2026.
Ia menambahkan selama ini PSSI lebih aktif mengundang negara lain untuk datang bermain di Indonesia.
Salah satu pertimbangannya adalah besarnya antusiasme suporter sepak bola Tanah Air yang dinilai menjadi daya tarik tersendiri bagi tim tamu.
“Karena kita juga tahu rekor masyarakat dan suporter Indonesia yang begitu besar di Indonesia, makanya lebih kita mengundang tim-tim dari luar negeri lebih ke Indonesia,” ucap Yunus.
Sebelumnya, Timnas Indonesia dijadwalkan menjalani dua laga FIFA Matchday pada Juni 2026 menghadapi Oman dan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
Pertandingan melawan Oman akan digelar pada 5 Juni 2026. Sementara laga kontra Mozambik direncanakan berlangsung pada 9 Juni 2026 dan saat ini masih dalam tahap finalisasi administrasi antar federasi.
Yunus menjelaskan awalnya Indonesia hanya memiliki satu jadwal pertandingan melawan Oman. Namun demi memaksimalkan agenda FIFA Matchday, PSSI mencari tambahan lawan agar Timnas mendapatkan dua pertandingan internasional sekaligus.
PSSI menilai Mozambik menjadi lawan menarik karena diperkuat banyak pemain yang berkarier di kompetisi Eropa. Jika terealisasi, laga tersebut akan menjadi sejarah baru karena Mozambik belum pernah bermain di Indonesia sebelumnya.










