
PSSI Pastikan Proses Naturalisasi Pemain Keturunan Indonesia Sudah Rampung
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
PSSI memastikan seluruh proses naturalisasi pemain keturunan telah dilakukan secara sah dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.
Penegasan ini muncul di tengah isu yang berkembang terkait sejumlah pemain diaspora yang berkarier di Liga Belanda, Eredivisie.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji menyatakan seluruh pemain Timnas Indonesia yang bermain di Eredivisie telah melalui prosedur hukum yang benar dan menunjukkan komitmen terhadap Indonesia.
Ia menegaskan seluruh pemain keturunan yang telah membela Timnas Indonesia, termasuk di dalamnya Dean James, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On telah sah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan dipastikan tidak ada masalah hukum Indonesia.
“Mereka banyak yang lahir, besar, hidup dan memiliki keluarga di luar Indonesia. Jadi dengan mereka memutuskan menjadi WNI, bukti mereka punya kecintaan serta pengabdian terhadap tanah air,” kata Sumardji dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Sabtu, 4 April 2026.
“Bukan hanya terbukti dari kerja keras mereka dalam latihan dan pertandingan Tim Nasional, tapi terbukti juga bahwa dengan menjadi Warga Negara Indonesia banyak fasilitas yang harus mereka lepaskan, misalnya keharusan memiliki izin atau visa untuk tinggal dan bekerja di negara asing, misalnya di Belanda,” ucap Sumardji menambahkan.
Sumardji yang juga menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif PSSI mengaku bangga dengan kiprah para pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda. Ia mencontohkan Maarten Paes yang disebutnya menjadi kiper andalan Ajax Amsterdam.
“Ini merupakan bentuk nyata pengorbanan yang diambil oleh pemain-pemain kita. Kami juga sangat bersyukur, bahwa pemain Timnas Indonesia masih dipercaya mengambil peran penting di klub-klub level teratas Eropa, misalnya Maarten Paes,” tutur Sumardji.
Di sisi lain, ia menegaskan bahwa persoalan yang tengah dihadapi pemain dan klub di Eredivisie bersifat administratif dan berkaitan dengan regulasi di Belanda, serta tidak memengaruhi status mereka sebagai pemain Timnas Indonesia.
“Mengenai permasalahan yang ada di klub-klub Eredivisie, maka itu masalah teknis administrasi yang berkaitan dengan hukum dan peraturan di Belanda,” kata Sumardji.
Editor: Redaksi TVRINews
