TVRINews – Houston
Krisis performa Cristiano Ronaldo saat rekan sejawatnya bersinar di Piala Dunia 2026 memicu perdebatan taktis mengenai kepemimpinan Roberto Martinez.
Setelah Kylian Mbappe, Erling Haaland, dan Lionel Messi dan Hary kane tampil gemilang pada pembukaan Piala Dunia 2026, sorotan tertuju pada Cristiano Ronaldo.
Namun, kapten Portugal itu gagal unjuk gigi saat timnya ditahan imbang 1-1 oleh Republik Demokratik Kongo dalam laga perdana Grup Kamis 18 Juni 2026 WIB.
Alih-alih mencatatkan sejarah sebagai pemain pertama yang mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda, pemain berusia 41 tahun tersebut tampak kesulitan mengimbangi tempo permainan.
Portugal sempat memimpin cepat melalui sundulan Joao Neves pada menit keenam, sebelum Yoane Wissa menyamakan kedudukan bagi Kongo jelang turun minum.
Meski mendominasi penguasaan bola hingga 75 persen, Portugal hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran sepanjang laga. Minimnya kontribusi Ronaldo di lini depan memicu kritik tajam, terutama terkait keputusan pelatih Roberto Martinez yang membiarkannya bermain selama 90 menit penuh.
Mantan penyerang Premier League, Chris Sutton, yang menjadi komentator untuk BBC Radio 5 Live, secara terbuka mempertanyakan keberanian Martinez dalam mengambil keputusan taktis.
"Itu memalukan dari Martinez. Apakah kita sedang menonton pertandingan yang berbeda?" ujar Sutton. "Dia tampak takut untuk menariknya keluar. [Ronaldo] mungkin bisa saja mencetak gol kemenangan, tetapi realitanya permainan telah meninggalkannya hari ini."
Situasi ini kontras dengan harapan banyak pihak, termasuk mantan rekan setimnya di Manchester United, Wayne Rooney. Sebelum pertandingan, Rooney sempat memprediksi bahwa Ronaldo akan terpacu untuk membuktikan diri setelah melihat performa impresif Messi dan para bintang lainnya.
"Dia ingin menjadi yang terbaik. Dia akan berusaha mencetak dua atau tiga gol malam ini untuk menunjukkan bahwa dia masih berada di level tersebut," kata Rooney di BBC One.
Namun, catatan statistik menunjukkan penurunan. Ronaldo kini tercatat tanpa gol dalam 10 pertandingan beruntun di turnamen besar. Ia bahkan hanya mencatatkan 25 sentuhan bola, jumlah paling sedikit di antara pemain lapangan Portugal yang tampil penuh.
Analisis mendalam datang dari mantan bek Arsenal dan Manchester City, Gael Clichy, yang mengamati fenomena "status superstar" di lapangan. Menurut Clichy, keberadaan pemain dengan pengaruh sebesar Ronaldo secara tidak sadar membatasi ruang gerak rekan setimnya.
"Terkadang, pemain seperti dia secara tidak sadar menyedot perhatian terlalu besar," jelas Clichy kepada BBC One. "Pada peluang pertama, mungkin jika itu bukan Ronaldo, rekan setimnya (Francisco Conceicao) akan memilih untuk menembak langsung ke gawang."
Clichy menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah kesalahan individu Ronaldo, melainkan tantangan manajerial bagi Roberto Martinez untuk menjaga keseimbangan tim agar tidak bergantung pada satu sosok, meski di tengah tekanan untuk mengejar rekor pribadi sang kapten.










