TVRINews - Zurich
Kapasitas Penonton Stadion Dibatasi 15 Persen Usai Insiden Kontroversial di Barcelona.
Federasi Sepak Bola Spanyol resmi dijatuhi sanksi denda sebesar 20.000 dolar AS (setara sekitar Rp310 juta) oleh badan pengawas sepak bola dunia, FIFA. Hukuman tersebut dijatuhkan menyusul tindakan sekelompok pendukung yang menyanyikan yel-yel bermuatan anti-Muslim saat laga uji coba persahabatan melawan Mesir di Barcelona.
Keputusan banding FIFA yang dikonfirmasi pada Jumat 16 Oktober 2026 menegaskan kembali putusan awal dari panel hakim disiplin. Insiden diskriminasi tersebut tercatat terjadi pada menit ke-10 dan ke-47 dalam pertandingan yang berakhir imbang tanpa gol di Stadion Espanyol pada 31 Maret lalu.
Bintang tim nasional Spanyol, Lamine Yamal, menyampaikan kecaman terbuka atas perilaku sebagian suporter tersebut. Winger asal klub Barcelona itu menilai tindakan menyasar ajaran agama sebagai bentuk ketidaktahuan yang tidak dapat ditoleransi.
“Menggunakan agama sebagai bahan ejekan di lapangan menunjukkan sikap yang tidak terpelajar dan rasis,” ujar Lamine Yamal melalui pernyataan resmi di akun Instagram pribadinya.
Dalam berkas putusannya, majelis hakim disiplin FIFA menegaskan bahwa penjatuhan sanksi tegas sangat diperlukan untuk menjaga integritas olahraga. Meski demikian, FIFA mengapresiasi otoritas sepak bola Spanyol yang dinilai responsif serta kooperatif sejak awal penanganan kasus.
Selain sanksi finansial sebesar Rp310 juta, FIFA juga menginstruksikan pembatasan kapasitas penonton sebesar 15 persen pada laga uji coba kandang Spanyol berikutnya. Tribun yang dikosongkan tersebut wajib diisi oleh kelompok komunitas khusus, seperti pelajar, keluarga, serta organisasi anti-diskriminasi.
Langkah pencegahan dan kerja sama aktif pejabat Spanyol dengan pihak berwenang dalam mengidentifikasi oknum suporter menjadi pertimbangan FIFA untuk tidak menjatuhkan hukuman yang lebih berat pada pelanggaran perdana ini.










