TVRINews, Jakarta
I.League mendukung sikap tegas Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam merespons berbagai insiden kekerasan yang mencederai sepak bola Indonesia.
I.League siap berkoordinasi dengan PSSI untuk memperkuat regulasi dan Kode Disiplin, termasuk mengkaji penerapan sanksi lebih berat berupa pengurangan poin bagi klub yang terbukti melakukan pelanggaran serius.
Direktur Utama I.League Ferry Paulus menilai ketegasan tersebut penting untuk melindungi klub, kompetisi, dan seluruh elemen sepak bola Indonesia. Menurut dia, berbagai kemajuan kompetisi harus dijaga agar tidak terhambat oleh tindakan kekerasan.
“Kami sepenuhnya mendukung sikap Ketua Umum PSSI. Sepak bola Indonesia sedang berkembang ke arah yang semakin baik. Kompetisi semakin kompetitif, atmosfer stadion semakin hidup, dan suporter tim tamu akhirnya kembali bisa hadir. Semua kemajuan ini harus kita jaga. Jangan sampai tindakan kekerasan justru membawa sepak bola kita kembali mundur,” ujar Ferry dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Jumat, 16 Oktober 2026.
I.League menyayangkan sejumlah insiden kekerasan belakangan ini, termasuk yang menimpa rombongan pemain Persib Bandung EPA U-18 dan suporter Persija Jakarta.
I.League menegaskan bahwa rivalitas antarklub tidak dapat dijadikan pembenaran atas tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain.
Ferry mengatakan perkembangan kompetisi perlu diimbangi dengan peningkatan tanggung jawab klub dan suporter. Karena itu, penguatan ketentuan disiplin dinilai perlu dipertimbangkan untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah konflik serupa terulang.
“Melihat perkembangan dan potensi konflik yang mulai muncul, kami berpandangan bahwa ketentuan hukuman perlu diperkuat. Sanksi tidak boleh hanya berhenti pada denda atau hukuman yang tidak memberikan efek jera," ucap Ferry.
"Kami siap berkoordinasi dengan PSSI untuk mendorong sanksi yang lebih berat, termasuk pengurangan poin bagi klub apabila terjadi pelanggaran serius sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Ferry menambahkan.
I.League juga menekankan pentingnya membedakan pelanggaran disiplin dalam penyelenggaraan pertandingan dengan tindakan kriminal di luar cakupan pertandingan.
Pelanggaran keamanan dan ketertiban di stadion maupun area yang masuk dalam cakupan regulasi pertandingan dapat ditangani melalui mekanisme disiplin sepak bola. Tanggung jawab klub dan konsekuensi sanksinya ditentukan berdasarkan aturan yang berlaku.
Sementara, tindakan kriminal di luar cakupan penyelenggaraan pertandingan, seperti penyerangan dan penganiayaan, merupakan ranah penegakan hukum oleh kepolisian. Setiap konsekuensi disiplin terhadap klub tetap harus memiliki dasar regulasi dan didukung pembuktian yang sah.
Ferry menambahkan penguatan sanksi juga bertujuan menjaga keberlanjutan kebijakan yang memungkinkan suporter tim tamu kembali hadir pada musim ini. Kebijakan tersebut merupakan hasil proses panjang yang melibatkan PSSI, FIFA, kepolisian, klub, dan pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, kehadiran suporter tim tamu telah memberikan dampak positif terhadap atmosfer pertandingan dan daya tarik kompetisi. Karena itu, keselamatan dan ketertiban harus menjadi tanggung jawab bersama.
“Kami ingin suporter tamu tetap bisa hadir. Justru karena itulah aturan harus ditegakkan lebih tegas. Jangan sampai kesempatan yang sudah diperjuangkan bersama selama ini kembali hilang hanya karena tindakan segelintir orang. Kami tidak ingin klub dan mayoritas suporter yang sudah tertib ikut menjadi korban,” ucap Ferry.
Sebagai tindak lanjut, I.League akan memperkuat evaluasi kepatuhan klub, mitigasi risiko pertandingan, koordinasi keamanan, serta pembinaan dan komunikasi dengan komunitas suporter.
Penguatan ketentuan disiplin akan dikoordinasikan bersama PSSI sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.
Ferry menegaskan langkah tersebut ditujukan untuk menjaga keberlanjutan kompetisi dan memastikan suporter dapat mendukung klub kebanggaannya dengan aman.
“Ketegasan ini bukan untuk menghukum sepak bola Indonesia, melainkan untuk melindungi masa depannya. Kami ingin kompetisi terus maju, stadion semakin ramai, dan suporter bisa mendukung klub kebanggaannya dengan aman. Sepak bola kita sudah melangkah maju, dan kita tidak boleh membiarkannya mundur lagi,” tutur Ferry.










