TVRINews, Jakarta
Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) sukses menggelar Rapat Anggota Tahunan yang menghasilkan sejumlah keputusan strategis, mulai dari penambahan anggota baru hingga peluang besar Indonesia menjadi tuan rumah ajang olahraga dunia.
Dalam rapat yang dihadiri 72 anggota tersebut, disepakati secara aklamasi penerimaan dua cabang olahraga baru sebagai anggota resmi NOC Indonesia, yakni Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PB PI) dan Indonesian Cheer Association (ICA). Dengan penambahan tersebut, jumlah anggota NOC Indonesia kini menjadi 74 cabang olahraga.
Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari mengatakan bergabungnya dua cabang olahraga baru itu menjadi gambaran perkembangan olahraga nasional yang semakin dinamis.
Menurut Okto, sapaan akrab Raja Sapta Oktohari, tingginya minat masyarakat terhadap olahraga padel menjadi salah satu alasan penting diterimanya PB PI sebagai anggota baru, terlebih cabang olahraga tersebut juga akan dipertandingkan pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
“Hari ini, di Rapat Anggota, kita telah menerima dua anggota baru yaitu Indonesian Cheer Association dan juga PB Padel Indonesia atas persetujuan dari 72 anggota. Untuk padel, kami sudah lebih dulu menjalin komunikasi, termasuk saat pertemuan dengan federasi internasional di Lausanne bersama Presiden Padel dunia. Ini membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan, termasuk di tingkat Asia,” ujar Okto dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Sabtu, 9 Mei 2026.
Selain agenda keanggotaan, rapat anggota juga diisi pelantikan Ilham Khadiri beserta tim, termasuk Nita Zubir sebagai bagian dari National Olympic Academy.
Legenda renang Indonesia Richard Sambera turut memberikan paparan terkait berbagai program dan inisiatif strategis NOC Indonesia ke depan.
Dalam forum tersebut, NOC Indonesia juga menerima berbagai aspirasi dari cabang olahraga terkait penyelenggaraan event internasional di Indonesia.
Beberapa agenda yang dibahas di antaranya rencana kejuaraan angkat besi pada akhir tahun serta Open Championship open water aquatic di Bali yang akan diikuti peserta dari berbagai negara.
Salah satu sorotan utama dalam rapat kali ini adalah tawaran langsung dari Presiden Alliance of Independent Recognised Members of Sport (AIMS), Stephan Fox, kepada Indonesia, khususnya Jakarta, untuk menjadi tuan rumah World Combat Games 2027.
Menurut Okto, tawaran tersebut memiliki nilai strategis besar bagi perkembangan olahraga nasional karena ajang tersebut juga dapat menjadi bagian dari jalur kualifikasi Olimpiade untuk sejumlah cabang olahraga bela diri.
“Yang menarik, jika Indonesia siap menjadi tuan rumah World Combat Games, maka proses kualifikasi Olimpiade dari beberapa nomor cabang olahraga bela diri akan dilaksanakan di Indonesia. Artinya, event ini tidak hanya sekadar kejuaraan, tetapi juga menjadi bagian dari jalur resmi menuju Olimpiade,” ucap Okto.
Okto menegaskan peluang tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui komunikasi intensif dengan berbagai pihak, terutama pemerintah, guna memastikan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah.
“Ini peluang yang sangat besar. Kami berharap mendapat dukungan penuh dari seluruh stakeholder, karena ini bukan hanya tentang penyelenggaraan event, tetapi juga positioning Indonesia dalam peta olahraga dunia,” tutur Okto.










