TVRINews, Paris
Spanyol mendominasi malam penganugerahan Ballon d’Or 2026 yang berlangsung di London Palladium Theatre, Senin. Dari total 13 penghargaan yang diberikan, delapan di antaranya diraih pemain, pelatih, atau klub asal Spanyol.
Tiga penghargaan lainnya menjadi milik perwakilan Inggris, sedangkan masing-masing satu penghargaan diraih perwakilan Prancis dan Meksiko.
Dominasi Spanyol terlihat pada kategori Pemain Muda Terbaik, Kiper Terbaik, dan Pelatih Terbaik. Keenam penghargaan dalam kategori putra dan putri tersebut seluruhnya diraih perwakilan Spanyol.
Di kategori pemain muda putra, Lamine Yamal dari FC Barcelona kembali memenangkan Trofi Kopa untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Dalam pidato kemenangannya, Yamal juga menyebut rekan setimnya di klub dan tim nasional Spanyol, Pau Cubarsí, sebagai pemain yang menurutnya layak mendapatkan penghargaan tersebut.
Sementara, penghargaan Pemain Muda Terbaik putri kembali diraih Vicky Lopez, juga dari FC Barcelona. Ia berhasil mempertahankan penghargaan yang dimenangkannya tahun lalu.
Dua penghargaan kiper terbaik atau Trofi Yashin juga jatuh ke tangan wakil Spanyol. Unai Simón dari Athletic Club memenangkannya di kategori putra, sedangkan Cata Coll dari FC Barcelona meraih penghargaan di kategori putri.
Keduanya untuk pertama kalinya memenangkan trofi tersebut setelah menjalani musim 2025/26 yang impresif.
Bagi Simon, pencapaiannya turut ditandai keberhasilan tim nasional Spanyol menjuarai Piala Dunia, dengan dirinya hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen.
Dominasi Spanyol berlanjut di kategori pelatih. Luis de la Fuente dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Sepak Bola Putra berkat kiprahnya bersama tim nasional Spanyol. Pelatih berusia 65 tahun itu meniti karier melalui pembinaan berbagai kelompok usia tim nasional sebelum mencapai posisi saat ini.
Di kategori putri, Pere Romeu meraih penghargaan Pelatih Terbaik Sepak Bola Putri berkat kontribusinya bersama FC Barcelona Femeni.
Klub asal Catalunya itu juga dinobatkan sebagai Klub Putri Terbaik Tahun Ini setelah meraih empat trofi sepanjang musim 2025/26, termasuk Liga F dan gelar UEFA Women’s Champions League keempat dalam sejarah klub.
Alexia Putellas menjadi salah satu sorotan utama dalam malam penghargaan tersebut setelah meraih Ballon d’Or Féminin untuk ketiga kalinya sepanjang kariernya.
Gelandang asal Spanyol itu kembali dinobatkan sebagai pemain putri terbaik dunia setelah menjadi bagian penting dari perjalanan FC Barcelona Femení pada musim 2025/26.
Meski kini telah bergabung dengan London City Lionesses, Putellas menegaskan dalam pidato kemenangannya bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak di FC Barcelona.
Kemenangan itu juga memperpanjang dominasi pemain Spanyol dalam perebutan Ballon d’Or Feminin. Dalam enam musim terakhir, penghargaan tersebut selalu dimenangkan pemain asal Spanyol, dengan Putellas dan Aitana Bonmatí bergantian meraihnya sejak 2021.
Berbeda dengan kategori putri, Ballon d’Or putra 2026 dimenangkan Harry Kane, striker Bayern Munich dan tim nasional Inggris.
Pemain-pemain LALIGA juga menempati posisi teratas dalam daftar pemeringkatan. Kylian Mbappé finis di posisi kedua, diikuti Lamine Yamal di urutan ketiga dan Rodri di posisi keempat.
Bagi Mbappe, hasil tersebut menjadi pencapaian tertinggi sepanjang keikutsertaannya dalam perebutan Ballon d’Or. Sementara itu, Yamal telah dua kali finis di posisi tiga besar sebelum berusia 20 tahun.
Kedua pemain tersebut juga mengawali musim 2026/27 dengan performa menjanjikan. Penampilan mereka kembali menempatkan Mbappé dan Yamal dalam pembicaraan mengenai kandidat penghargaan individu pada musim berikutnya.










