TVRINews – New Jersey
FIFA tetapkan rekor hadiah total Rp13,6 triliun, mencakup dana kompensasi operasional bagi 48 negara peserta di tengah meningkatnya biaya logistik turnamen
FIFA secara resmi menetapkan struktur hadiah uang bagi peserta Piala Dunia 2026 dengan nilai yang memecahkan rekor sejarah sepak bola dunia. Sang juara turnamen dipastikan akan membawa pulang hadiah sebesar US$51 juta atau setara dengan Rp795 miliar (asumsi kurs Rp15.600 per dolar AS).
Total dana yang digelontorkan FIFA untuk edisi 48 tim ini mencapai angka fantastis, yakni US$871 juta atau sekitar Rp13,6 triliun.
Peningkatan nominal ini merupakan respons langsung atas desakan berbagai federasi sepak bola, khususnya dari Eropa, yang menyoroti tingginya biaya logistik, akomodasi, dan perjalanan antarnegara penyelenggara.
"FIFA telah menyesuaikan struktur pembayaran agar sejalan dengan kebutuhan federasi nasional," catat laporan yang diterbitkan melalui mekanisme transparansi finansial organisasi Minggu 19 Juli 2026.
Penambahan dana sebesar US$100 juta pada April lalu menjadi bukti keseriusan FIFA dalam menopang beban finansial negara peserta. Keputusan ini diambil setelah beberapa federasi menyuarakan kekhawatiran mengenai potensi kerugian finansial, terutama bagi tim yang tersingkir lebih awal, jika membandingkan hadiah Piala Dunia dengan pendapatan di kompetisi antarklub seperti Club World Cup.
Transparansi dan Distribusi Dana
Skema pembayaran FIFA kali ini dirancang untuk memastikan seluruh 48 federasi nasional mendapatkan dana operasional minimal sebesar US12,5juta. Dana ini mencakup biaya kualifikasi, partisipasi babak grup, serta subsidi persiapan pra-turnamen sebesar US2,5 juta untuk setiap tim.
Presiden Federasi Sepak Bola Prancis, Philippe Diallo, sempat melayangkan protes kepada Presiden FIFA Gianni Infantino mengenai ketimpangan apresiasi finansial antara turnamen antarnegara dan antarklub. Sebagai perbandingan, juara Club World Cup tahun lalu tercatat menerima dana hingga US$115 juta.
Fasilitas Pendukung dan Aturan Lokal
Selain uang tunai, FIFA menanggung seluruh biaya logistik delegasi yang terdiri dari 50 orang, mulai dari tiket pesawat kelas bisnis hingga akomodasi hotel dan armada transportasi khusus. Namun, federasi tetap diwajibkan menanggung biaya asuransi kesehatan, kecelakaan, serta pengeluaran insidental lainnya.
Penting untuk dicatat bahwa aliran dana dari FIFA ini ditujukan langsung ke federasi nasional, bukan kepada individu pemain. Kebijakan distribusi selanjutnya sepenuhnya menjadi otoritas federasi masing-masing.
Sebagai contoh, Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (US Soccer) telah menerapkan kebijakan progresif. Sebanyak 80% dari total hadiah yang diterima akan dibagi secara merata antara tim nasional pria dan wanita, sebagai wujud komitmen kesetaraan gender yang disepakati pada tahun 2022.
Meski angka US$51 juta terdengar masif, nilai tersebut tetap menjadi perdebatan di kalangan pengamat ekonomi olahraga. Nominal ini dinilai masih jauh di bawah nilai transfer pemain muda di liga-liga elite Eropa saat ini, mencerminkan perputaran modal yang sangat dinamis dalam industri sepak bola global.










