TVRINews, Bali
Ganda putra Indonesia Rafalentino Ali Da Costa/Ethan David Zapp harus puas finis sebagai runner-up pada seri IV ITF M15 Men's World Tennis Championship 2026.
Pada partai final yang berlangsung di Lapangan A, Bali Beach Country Club, Nusa Dua, Bali, pasangan muda Indonesia tersebut kalah dari Alexander Chang asal Amerika Serikat dan Pablo Perez Ramos dari Spanyol.
Rafalentino/Ethan menyerah dalam dua set dengan skor 3-6 dan 5-7. Pertandingan berlangsung selama 1 jam 11 menit.
Pada set pertama, pasangan Chang dan Perez Ramos langsung menerapkan permainan menyerang. Kombinasi servis dan permainan voli membuat Rafalentino dan Ethan kesulitan mengembangkan permainan.
Pasangan Indonesia akhirnya harus menyerah dengan skor 3-6 pada set pertama.
Memasuki set kedua, Rafalentino dan Ethan mampu memberikan perlawanan yang lebih ketat.
Pasangan tuan rumah tersebut sebelumnya mencatatkan hasil mengejutkan dengan menyingkirkan unggulan pertama Isaac Becroft/Reece Falck serta unggulan keempat Sebastian Grundtvic Jorgensen/Ryotaro Taguchi.
Ethan yang baru berusia 17 tahun dan Rafalentino yang berusia 16 tahun mampu mengimbangi permainan lawan hingga skor 5-5.
Namun, Chang dan Perez Ramos yang merupakan unggulan kedua menunjukkan pengalaman dan kematangan mereka pada momen penting pertandingan.
Pasangan Amerika Serikat-Spanyol tersebut berhasil mematahkan servis Rafalentino pada gim ke-11 sebelum mengamankan kemenangan 7-5 pada set kedua.
Perez Ramos memberikan apresiasi terhadap permainan pasangan muda Indonesia yang dinilainya mampu memberikan perlawanan sengit, terutama pada set kedua.
Ia mengakui Rafalentino dan Ethan hampir membuat pasangan unggulan kedua tersebut kesulitan untuk mengamankan kemenangan.
Sementara itu, Chang mengatakan kekompakan dan komunikasi dengan Perez Ramos menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan mereka meraih gelar juara.
Gelar tersebut menjadi gelar kedua Chang pada ajang M15. Pada seri pertama, ia juga berhasil menjadi juara nomor ganda bersama petenis Thailand, Tanapat Nirundorn.
Pencapaian Rafalentino/Ethan yang berhasil menembus partai final mendapat apresiasi dari Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PP Pelti) periode 2018-2022, Rildo Ananda Anwar.
Menurut Rildo, munculnya sejumlah talenta muda Indonesia menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pembinaan tenis nasional.
Ia menyebut perkembangan pemain muda perlu terus didukung melalui jalur kompetisi agar prestasi mereka dapat meningkat dan proses regenerasi berjalan dengan baik.
“Hadirnya talenta-talenta petenis muda Indonesia seperti Rafalentino Ali Da Costa dan Ethan David Zapp di sektor putra serta Janice Tjen merupakan sebuah karunia sekaligus tantangan tersendiri dalam pembinaan tenis di Indonesia,” kata Rildo dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Sabtu, 5 September 2026.
Dengan status sebagai runner-up, Rafalentino/Ethan memperoleh hadiah uang sebesar 540 dolar Amerika Serikat serta trofi.
Sementara Chang dan Perez Ramos sebagai juara mendapatkan hadiah uang sebesar 930 dolar Amerika Serikat serta tambahan 15 poin peringkat ATP.
Sementara, persaingan nomor tunggal putra memasuki partai final.
Petenis India Karan Singh memastikan langkah ke partai puncak setelah mengalahkan Ryotaro Taguchi dari Jepang pada semifinal.
Karan Singh menang dua set langsung dengan skor 6-3 dan 6-3 untuk memastikan tempat di final turnamen yang menyediakan total hadiah sebesar 20.000 dolar Amerika Serikat tersebut.
Pada laga final, Karan Singh akan menghadapi Isaac Becroft.
Becroft memastikan tiket ke final setelah bangkit dan mengalahkan Leo Borg dalam pertandingan tiga set. Ia menang dengan skor 2-6, 6-4, dan 6-2 dalam pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 59 menit.










