TVRINews, Jakarta
Pelatih Timnas Basket Putra Indonesia David Singleton optimistis timnya dapat tampil lebih baik pada ajang Asian Games 2026 mendatang.
Pengalaman dari pada babak prakualifikasi FIBA Asia Cup di Malaysia menjadi bahan evaluasi bagi skuad Merah Putih untuk menghadapi persaingan yang lebih berat.
Singleton mengakui timnya sempat merasa kecewa dengan hasil yang diraih pada babak prakualifikasi FIBA Asia Cup. Namun, menurut dia, pengalaman tersebut memberikan banyak pelajaran bagi para pemain dan tim pelatih.
“Kami semua sedikit kecewa dengan apa yang kami lakukan di Malaysia. Kami ingin bisa mewakili Indonesia dengan lebih baik. Namun, dari turnamen pertama itu, kami belajar banyak hal tentang diri kami sendiri,” kata Singleton kepada wartawan termasuk tvrinews.com di Jakarta, Sabtu, 5 September 2026.
Untuk menghadapi Asian Games, Timnas Basket Indonesia mendapat tambahan lima pemain, yakni Lester Prosper, Abraham Grahita, Vincent Kosasih, Andakara Prastawa, dan Derrick Michael Xzavierro. Kehadiran para pemain baru tersebut diharapkan dapat memberikan energi baru bagi tim.
Singleton menilai skuadnya kini memiliki pengalaman yang lebih baik setelah melalui turnamen sebelumnya. Ia berharap Timnas Basket dapat tampil lebih siap dan bersaing di level tinggi melawan tim-tim kuat.
“Kali ini kami memiliki pengalaman dan pemahaman yang lebih baik untuk bersiap dan berkompetisi di level tinggi untuk Indonesia melawan tim-tim yang sangat kuat,” ujar Singleton.
Indonesia dipastikan tidak diperkuat Marques Bolden pada Asian Games. Singleton mengakui absennya pemain tersebut menjadi kehilangan bagi tim.
Menurut dia, Bolden merupakan pemain yang telah memberikan kontribusi besar untuk basket Indonesia. Meski demikian, Singleton menegaskan timnya tidak akan kehilangan semangat.
“Kami tentu ingin memiliki Marques. Dia pemain yang sangat bagus dan sudah melakukan banyak hal untuk negara ini. Sangat disayangkan kami tidak bisa membuatnya bermain kali ini,” ucap Singleton.
Meski tanpa Bolden, ia meminta para pemain tetap percaya terhadap kemampuan mereka. Singleton menilai Indonesia memiliki sejumlah pemain berkualitas dan pernah menunjukkan penampilan positif meski tanpa kehadiran Bolden.
“Tugas saya adalah menjaga tim ini tetap percaya pada diri mereka sendiri dan bermain dengan penuh kepercayaan diri,” tutur Singleton.
Timnas Basket Indonesia akan menghadapi tantangan berat pada Asian Games setelah berada grup A dengan Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi.
Namun, Singleton menegaskan timnya tidak ingin mengeluhkan hasil undian tersebut. Fokus utama Indonesia saat ini adalah mempersiapkan diri, mempelajari kekuatan lawan, dan membangun kepercayaan diri.
“Itulah grup yang kami dapatkan. Kami tidak bisa duduk di sini untuk mengeluh dan mengkhawatirkannya. Kami harus menyerangnya,” ujar Singleton.
Ia mengakui seluruh lawan yang akan dihadapi merupakan tim dengan kualitas tinggi. Meski demikian, Singleton percaya pertandingan akan ditentukan oleh penampilan kedua tim di lapangan.
“Kami tahu semua tim ini adalah tim yang sangat bagus. Namun, bola akan dilempar ke udara dan kita akan melihat siapa yang bisa mencetak poin lebih banyak serta mendapatkan lebih banyak penghentian di pertahanan,” ucap Singleton.
Terkait target pada Asian Games, Singleton memilih untuk tidak menetapkan sasaran terlalu jauh. Ia ingin timnya fokus menghadapi pertandingan satu demi satu.
Menurutnya, sejumlah negara yang akan menjadi lawan Indonesia memiliki peringkat tinggi di dunia. Namun, ia percaya tambahan pemain dalam skuad dapat membantu Indonesia meningkatkan daya saing.
Target utama yang ditetapkan Singleton adalah meraih kemenangan pada pertandingan pertama.
“Target kami adalah memenangkan pertandingan pertama. Kami ingin memulai dengan skor 1-0, lalu melihat apa yang bisa kami lakukan setelah itu,” kata Singleton.










