TVRINews – London, Inggris
Skuad Mikel Arteta Bertekad Mengunci Trofi Liga Inggris Setelah Dua Dekade
Di sepanjang lorong menuju area media di Stadion Emirates, deretan foto tim menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Arsenal.
Sejak kejayaan The Invincibles pada 2002 di bawah asuhan Arsène Wenger, dinding prestasi tersebut seolah membeku dalam waktu.
Namun, setelah 22 tahun menanti periode terlama sejak 1931 "The Gunners" kini berada di titik nadir untuk kembali bertahta.
Setelah tiga musim berturut-turut finis sebagai runner-up, Arsenal kini berada dalam jarak jangkauan dengan trofi yang paling mereka idamkan.
Meski persaingan dengan Manchester City tetap sengit, momentum berada di tangan anak asuh Mikel Arteta. Kemenangan atas West Ham di London Stadium menjadi syarat mutlak untuk memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen.
Energi Kolektif dan Mentalitas Juara
Mikel Arteta, yang baru saja merayakan keberhasilan membawa Arsenal kembali ke Final Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2006, menunjukkan perubahan suasana hati yang signifikan. Ia terlihat lebih tenang namun fokus, menolak terdistraksi oleh euforia luar lapangan.

(Declan Rice (kanan) mesin gol Arsenal (Foto: Marc Atkins/The Guardian Sport)
"Saya melihat setiap hari di sini, saya tahu seberapa besar keinginan kami untuk menang. Energi ini sangat kuat dan kami harus menyalurkannya dengan cara yang benar," ujar Arteta menjelang laga krusial di London Timur.
Keyakinan ini merupakan transformasi besar dari kondisi tim pada bulan April lalu, di mana kecemasan sempat menghantui skuad setelah hasil buruk di kompetisi domestik.
Kebangkitan ini disinyalir berawal dari seruan Declan Rice pasca kekalahan di Etihad bulan lalu, yang menegaskan bahwa perburuan gelar "belum berakhir."
Faktor Kunci di Garis Finis
Selain faktor kepemimpinan, performa individu pemain menjadi pembeda dalam narasi perebutan gelar musim ini.
Kebangkitan Viktor Gyökeres yang tajam di lini depan, keputusan taktis Arteta memainkan pemain muda Myles Lewis-Skelly, hingga kembalinya performa terbaik Bukayo Saka, telah mengubah label "tim yang mudah goyah" menjadi "calon juara."
Arteta menekankan bahwa konsistensi selama tiga musim terakhir adalah modal utama bagi timnya untuk menghadapi tekanan di pekan-pekan terakhir.
"Para pemain merespons dengan sangat baik. Kami pergi ke sana (West Ham) dengan pemahaman penuh akan pentingnya pertandingan ini. Keinginan luar biasa untuk menang adalah apa yang mendorong tim ini sekarang," tambah Arteta.
Jika mampu menjaga konsistensi di sisa laga, termasuk menghadapi Burnley dan Crystal Palace, Arsenal berpeluang mencatatkan sejarah sebagai tim Inggris keenam yang mampu mengawinkan gelar Liga Inggris dan kompetisi Eropa di musim yang sama.
Kini, langkah terakhir ada di depan mata. Bagi publik Emirates, foto tim musim depan diharapkan tidak lagi hanya berisi kenangan masa lalu, melainkan potret mereka mengangkat trofi Premier League yang telah lama hilang










