TVRINews, Jakarta
Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir menyatakan komitmennya dalam membangun Timnas Indonesia melalui program berkelanjutan. Erick Thohir menyatakan cikal bakal Timnas Indonesia dibangun melalui Timnas U-16, U-20, dan U-22. Pasalnya, target tinggi dipasangan agar Skuad Garuda bisa lebih mendunia.
"Saya rasa komitmen PSSI sama, kami sadari membangun tim itu dari bawah, bukan dari atas, karena itu kami menyiapkan tadi tim-tim U-16, termasuk U-20, U-22 buat masa depan Timnas," kata Erick Thohir usai mengantar Timnas U-22 menerima bonus SEA Games di Istana Negara, Jakarta, Senin, 5 Juni 2023.
Ia menjabarkan para pemain Timnas U-16 akan dikirimkan ke Doha, Qatar untuk menjalani training centre (TC) jangka panjang. Pemain-pemain tersebut diseleksi langsung oleh lima legenda sepakbola dunia beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Bonus SEA Games Capai Rp289 Miliar, Nasihat Presiden Jokowi: Jangan Beli Barang Mewah
Mereka adalah Roberto Carlos, Juan Sebastian Veron, Eric Abidal, Marco Materazzi, dan Giorgios Karagounis. Kelima legenda ini membantu Pelatih Timnas U-16 Bima Sakti untuk menjalani TC.
"Persiapan mereka (Timnas U-16) untuk pelapis U-20 dan U-22, dan untuk U-20 dan U-22 ini tentu kami sudah prioritaskan dibawah pelatih Indra (Sjafri) untuk mencoba di Asian Games (2022 Huangzhou), sebagai tentu apresiasi dan tes nyali," ujar Erick.
Kemudan, sebagian dari pemain Timnas U-20 dan U-22 yang belum memiliki klub, direncanakan bakal ditampung di Bhayangkara FC sebagai program keberlanjutan Timnas.
Baca Juga: Otoritas India Memulai Investigasi Kecelakaan Kereta Api yang Menewaskan 275 Orang
Menariknya, Erick menegaskan tidak menutup mata ketika warga berkebangsaan Indonesia yang saat ini berada di luar negeri, yaitu diaspora. Jika ada yang ingin kembali mendukung Merah-Putih, PSSI menegaskan bakal membuka pintu selebar-lebarnya.
"Kami harus apresiasi (diaspora), karena ini menjadi bagian globalisasi daripada olahraga. Tapi, kami harus memrioritaskan pembinaan generasi muda Indonesia dari bawah tanpa membeda-bedakan diaspora yang bergabung," tutur Erick.










