TVRINews – Nagoya
Persiapan Asian Games 2026 di Jepang diwarnai lonjakan atlet dan masalah penginapan, memaksa panitia mencari solusi darurat di tengah ancaman cuaca ekstrem.
Aichi-Nagoya kembali menjadi sorotan dunia internasional. Ajang olahraga multievent terbesar kedua di dunia, Asian Games 2026, resmi dimulai hari ini Sabtu, 19 September 2026. Lebih dari 11.000 atlet dari 45 negara berkumpul di Prefektur Aichi dan Kota Nagoya, Jepang, untuk bersaing dalam pesta olahraga empat tahunan ini.
Jepang bertindak sebagai tuan rumah untuk ketiga kalinya dalam sejarah, setelah sukses menggelar edisi Tokyo 1958 dan Hiroshima 1994.
Namun, edisi milestone ke-20 ini tidak hanya menghadirkan kemeriahan kompetisi dari 43 cabang olahraga dan 71 disiplin, tetapi juga tantangan logistik yang signifikan.
Inovasi Penginapan dan Krisis yang Membayangi
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, panitia penyelenggara tidak membangun perkampungan atlet konvensional. Sebagai gantinya, mereka memanfaatkan hotel lokal, kabin kayu modular, hingga sebuah kapal pesiar mewah asal Italia, Costa Serena, yang berkapasitas ribuan orang di Pelabuhan Nagoya.

(Penginapan tipe kontainer untuk para atlet terlihat menjelang Asian Games ke-20 Aichi-Nagoya 18 September [Foto:Toru Hanai/AFP])
Kendati dirancang efisien, langkah inovatif ini justru memicu krisis akomodasi yang kian memuncak menjelang upacara pembukaan di Stadion Paloma Mizuho.
Lonjakan jumlah partisipan yang mencapai lebih dari 17.000 orang melebihi estimasi awal 15.000 orang akibat penambahan cabang olahraga baru membuat fasilitas yang tersedia berada di bawah tekanan besar.
Keluhan mulai bermunculan dari berbagai kontingen, mulai dari ukuran tempat tidur yang sempit, kondisi kamar yang padat, hingga masalah penempatan kamar campuran yang memaksa tuan rumah Jepang mempertimbangkan ulang pengaturan tempat tinggal.
Belum lagi, insiden transportasi sempat dialami tim sepak bola putra Korea Selatan yang keliru diarahkan ke stadion bisbol, menyebabkan sesi latihan mereka tertunda.
*Sikap Resmi Panitia dan Faktor Cuaca*
Situasi kian pelik ketika badai topan dan curah hujan ekstrem melanda Nagoya pekan lalu, memaksa ratusan atlet dievakuasi sementara dari tempat penginapan mereka akibat banjir.
Meskipun demikian, Wali Kota Nagoya, Ichiro Hirosawa, menegaskan bahwa kondisi kompetisi tetap terkendali dan agenda pertandingan tidak akan terganggu.
"Kami tidak khawatir tentang kondisi venue, dan kami yakin tidak ada masalah untuk menggelar Asian Games sesuai rencana," ungkap Ichiro Hirosawa menanggapi situasi darurat yang dikutip EPA sabtu 19 september 2026.
Selain memperebutkan medali bergengsi, ajang Aichi-Nagoya 2026 juga memiliki nilai strategis tinggi karena berfungsi sebagai babak kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028 untuk sejumlah cabang olahraga, seperti hoki, selancar, hoki es, panahan, layar, tenis, dan triatlon.
Dengan dominasi historis Tiongkok yang selalu memimpin klasemen medali sejak 1982, serta kebangkitan negara-negara Asia lainnya.










