TVRINews - Nagoya, Jepang
Insiden lagu kebangsaan di Asian Games memicu kebingungan jelang laga hoki es Korea Selatan versus Bangladesh.
Krisis protokol yang tidak terduga mewarnai ajang Asian Games di Jepang ketika panitia penyelenggara secara keliru memperdengarkan lagu kebangsaan Korea Utara alih-alih lagu resmi Korea Selatanpada jumat 18 september 2026.
Peristiwa ganjil ini terjadi sesaat sebelum tim putra Korea Selatan melakoni pertandingan perdana menghadapi Bangladesh di Green Stadium, Gifu.
Para atlet hoki es Korea Selatan tampak tertegun dan saling berpandangan dalam balutan kebingungan saat melintang di lapangan hijau, menyimak alunan melodi yang secara hukum dilarang di negara asal mereka.
Situasi diplomatik yang sensitif ini langsung menarik perhatian internasional mengingat Semenanjung Korea secara teknis masih berada dalam status perang sejak gencatan senjata tahun 1953.
Menyadari kesalahan fatal tersebut, pihak pengelola stadion segera mengambil tindakan cepat melalui pengeras suara publik. Sang pengumum resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka di hadapan para penonton yang memadati arena pertandingan.
"Kami benar-benar meminta maaf, sangat meminta maaf. Lagu kebangsaan Republik Korea, kami justru memutar lagu yang berbeda. Saya benar-benar meminta maaf," ujar petugas pengumuman stadion tersebut dengan nada penyesalan.
Di tengah insiden protokol yang canggung itu, skuad asuhan Korea Selatan tetap berhasil menjaga fokus profesionalisme mereka di atas lapangan. Pertandingan Grup tersebut akhirnya ditutup dengan kemenangan meyakinkan 5-0 bagi keunggulan Korea Selatan atas Bangladesh.
Kendati demikian, insiden ini menambah panjang daftar keluhan delegasi Korea Selatan terhadap buruknya koordinasi panitia penyelenggara Asian Games tahun ini. Sebelumnya, sejumlah atlet bola basket juga sempat mengeluhkan tidak memadai kondisi akomodasi kamar, sementara skuad sepak bola putra harus menghadapi gangguan transportasi yang menghambat persiapan taktis mereka sebagai juara bertahan.
Hingga berita ini diturunkan, Komite Pengorganisasian Asian Games belum memberikan keterangan resmi lanjutan terkait investigasi insiden tertukarnya lagu kebangsaan tersebut.










