TVRINews, Jakarta
PSSI membuka peluang berakhirnya kebijakan larangan kehadiran suporter tandang pada kompetisi musim 2026/27. Namun, keputusan tersebut akan ditentukan melalui pembahasan antara I.League bersama klub peserta kompetisi.
Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengatakan pihaknya memberikan kewenangan kepada I.League dan seluruh klub untuk menentukan kebijakan terkait kehadiran suporter tandang.
Menurutnya, aspek keamanan dan pembinaan suporter menjadi tanggung jawab utama penyelenggara kompetisi dan klub.
"Nanti akan ada owner club. Kita serahkan kepada PT LIB (I.League) dan klub untuk mendiskusikan hal ini karena tentu di sana ada jaminan. PSSI memberikan kewenangan kepada PT LIB beserta klubnya untuk menentukan arah apakah akan ada home atau ada away dari suporter karena mereka yang bertanggung jawab dan membina para suporter yang ada di klubnya," kata Yunus kepada wartawan termasuk tvrinews.com yang dikutip Rabu, 29 Juli 2026.
Yunus menilai peluang dicabutnya larangan tersebut tetap terbuka apabila PT LIB dan klub mampu menemukan solusi yang menjamin keamanan pertandingan.
"Mudah-mudahan juga akan ada, tergantung bagaimana kawan-kawan klub sama LIB untuk berdiskusi dan mencari solusi tentang hal ini," ujar Yunus.
Larangan kehadiran suporter tandang diberlakukan sejak Tragedi Kanjuruhan pada 2022 sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan dan keselamatan penyelenggaraan kompetisi sepak bola nasional. Kebijakan tersebut masih diterapkan hingga berakhirnya musim kompetisi 2025/2026.
Keputusan mengenai kelanjutan aturan tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu pembahasan penting menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/27.









