TVRINews - London,Inggris
Otoritas Sepak Bola Inggris Menerapkan Kebijakan Tanpa Toleransi dengan Minimal Hukuman Sepuluh Pertandingan
Sepak bola Inggris memasuki era baru yang lebih ketat dalam penegakan disiplin. Mulai musim kompetisi mendatang, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) resmi memberlakukan regulasi baru yang mewajibkan sanksi minimal sepuluh pertandingan bagi pemain, manajer, serta ofisial yang terbukti melakukan tindakan diskriminatif di lapangan maupun area teknis.
Aturan ini merupakan bentuk perketatan dari regulasi sebelumnya, di mana sanksi skorsing untuk pelanggaran berat yang berkaitan dengan unsur ras, agama, orientasi seksual, hingga disabilitas berkisar antara enam hingga dua belas pertandingan. Melalui kebijakan anyar ini, FA berupaya menghapus segala bentuk perilaku diskriminatif yang masih mencoreng nilai-nilai sportivitas.
Dalam pernyataan resminya, FA menegaskan bahwa langkah progresif ini sangat krusial demi menciptakan lingkungan olahraga yang inklusif dan bersih dari kebencian.
"Meskipun kemajuan signifikan telah dicapai dalam beberapa tahun terakhir, perilaku diskriminatif masih menjadi tantangan di seluruh pertandingan. Langkah-langkah yang ditingkatkan sangat diperlukan untuk mengatasi perilaku yang memuakkan ini," tulis pernyataan resmi FA Kamsi 30 Juli 2026.
Kebijakan tersebut dirancang dengan batasan yang jelas namun tetap memberikan ruang bagi komisi regulasi untuk bertindak lebih tegas. Hukuman yang melampaui batas minimum sepuluh pertandingan dapat dijatuhkan apabila ditemukan faktor-faktor memberatkan yang signifikan selama proses investigasi.
Kendati demikian, regulasi ini tetap mengakomodasi keringanan hukuman dalam situasi tertentu. Pengurangan sanksi menjadi minimal enam pertandingan dapat dipertimbangkan apabila terdapat faktor meringankan yang sah, atau jika pelaku langsung mengakui pelanggaran tersebut pada kesempatan pertama.
Meskipun demikian, pihak FA menegaskan bahwa durasi enam pertandingan kini bergeser menjadi batas pengecualian, bukan lagi standar minimum seperti pada musim-musim sebelumnya.
Bagi pelaku yang kedapatan melakukan pelanggaran berulang pada kesempatan terpisah, ancaman hukuman dipastikan jauh lebih berat. Mereka berisiko menghadapi skorsing lebih dari dua belas pertandingan, atau bahkan sanksi larangan terlibat dalam sepak bola berdasarkan durasi waktu tertentu untuk kasus-kasus yang dikategorikan sangat serius.









