TVRINews, Saarbrucken
Ganda putri Indonesia Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti berhasil menjuarai Hylo Open 2026 setelah mengalahkan unggulan pertama asal Taiwan, Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun, pada partai final.
Bertanding di Saarbrucken, Senin, 2 November 2026, pasangan unggulan kelima tersebut menang dua gim langsung dengan skor 21-18, 21-19.
Tiwi mengaku sangat senang dan bersyukur bisa meraih gelar bersama Fadia. Ia menyebut pertandingan berlangsung ketat sejak awal hingga memasuki poin-poin akhir.
"Kami mencoba untuk tetap tenang, fokus, dan tidak terburu-buru. Coach Karel banyak mengingatkan untuk lebih berani, saling menutup satu sama lain, nekat, dan memaksa karena ini pertandingan terakhir," kata Tiwi dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Senin, 2 November 2026.
Bagi Tiwi, gelar Hylo Open 2026 memiliki arti penting sebagai modal untuk melangkah lebih jauh bersama Fadia. Ia juga mempersembahkan kemenangan tersebut kepada tim pelatih, tim ganda putri Indonesia, keluarga, pasangan, serta masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan.
Sementara, Fadia mengaku bahagia karena berhasil meraih gelar juara pada turnamen level Super 500. Menurutnya, strategi yang diterapkan pada gim pertama dan kedua tidak banyak berubah, tetapi mereka sempat melakukan sejumlah kesalahan sendiri pada gim kedua.
"Secara permainan sebenarnya tidak ada yang berubah dari lawan. Kami menerapkan strategi yang sama di gim pertama dan kedua. Namun, di gim kedua kami terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga lawan lebih berani menyerang," ujar Fadia.
Gelar ini juga menjadi momen penting bagi Fadia setelah pengalaman pada final Hylo Open 2023. Saat itu, ia mencapai partai puncak bersama Apriyani Rahayu, tetapi gagal menyelesaikan pertandingan setelah Apriyani mengalami cedera pada gim kedua.
Fadia mengakui pengalaman tersebut sempat terlintas dalam pikirannya sebelum pertandingan final kali ini. Namun, ia berusaha mengesampingkan perasaan tersebut dan kembali fokus saat berada di lapangan.
"Sempat ada trauma karena pada 2023 kami sudah menang di gim pertama, tetapi pada gim kedua Kak Apriyani mengalami cedera. Sebelum pertandingan agak terbayang-bayang dan sedih juga, tetapi saya berusaha fokus lagi saat sudah di lapangan, lebih tenang, dan mengatur napas," tutur Fadia.
Keberhasilan di Hylo Open 2026 menjadi pijakan bagi Fadia/Tiwi untuk mengejar prestasi di level yang lebih tinggi. Fadia berharap mereka bisa memanfaatkan kesempatan dan terus meningkatkan pencapaian pada turnamen berikutnya.
"Target ke depannya tentu ingin mencapai level yang lebih tinggi lagi. Ini kesempatan kami karena tidak banyak pemain top yang ikut. Alhamdulillah, kami bisa memaksimalkan kesempatan yang ada dan meraih gelar juara," tutur Fadia.









