TVRINews – Sepang, Malaysia
Pembalap muda Indonesia merebut posisi runner-up di Moto3 Malaysia 2026 setelah merangsek dari grid kedelapan.
Panggung balap kelas dunia kembali mencatatkan sejarah baru bagi dunia olahraga otomotif Indonesia. Pembalap muda berbakat asal Gunungkidul, Veda Ega Pratama, sukses mengamankan posisi kedua (runner-up) pada Grand Prix Moto3 Malaysia 2026 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Sepang, Minggu 1 November 2026.
Tampil bersama naungan Honda Team Asia, Veda menunjukkan kapasitas mental bertanding yang matang di bawah tekanan suhu lintasan yang tinggi. Memulai jalannya balapan dari posisi kedelapan (grid P8), ia secara konsisten memperbaiki catatan waktu di setiap putaran hingga mampu menembus barisan terdepan dalam persaingan yang ketat.

(Pembalap Indonesia Veda Ega (kanan) menerima Tropi Runer up Moto3 Sepang, Minggu 1 November 2026 (Foto: MotoGP))
Berdasarkan lembar data resmi balapan, Maximo Quiles dari CFMOTO Gaviota Aspar Team keluar sebagai pemenang pertama setelah menyelesaikan perlombaan dengan catatan waktu total 33 menit 7,63 detik.
Sementara itu, Veda menyentuh garis finis di tempat kedua dengan selisih waktu 3,734 detik di belakang sang juara seri. Posisi podium ketiga ditempati oleh pembalap Red Bull KTM Ajo Team, Alvaro Carpe, yang tertinggal 4,184 detik, disusul oleh pembalap tuan rumah, Hakim Danish, di tempat keempat.

(Pembalap Indonesia Veda Ega angkat Tropi Moto3. (Foto: MotoGP))
Capaian di Sepang ini menegaskan grafik peningkatan performa yang konsisten sepanjang musim debutnya di kejuaraan dunia tingkat Grand Prix. Podium kedua tersebut sekaligus menjadi pencapaian terbaik Veda di kasta Moto3 tahun ini, melampaui catatan podium ketiganya saat berlaga di Grand Prix Brasil beberapa bulan lalu.
Tambahan 20 poin penting dari Sepang mengatrol posisi Veda ke peringkat ketujuh dalam klasemen sementara Kejuaraan Dunia Moto3 2026 dengan mengantongi total 131 poin. Keberhasilan ini tidak hanya memperkuat posisinya di jajaran elit pebalap muda internasional, tetapi juga membuka optimisme tinggi bagi masa depan balap motor roda dua Indonesia di kancah global.









