TVRINews, Jakarta
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membayangi pertandingan Borneo FC Samarinda melawan Persija Jakarta pada pekan pertama Super League 2026/27. Namun, Direktur Utama I.League Ferry Paulus menyebut kondisi karhutla di Kalimantan mulai mereda.
Persija dijadwalkan bertandang ke markas Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, pada 5 September 2026. Ferry mengatakan jadwal tersebut telah disepakati bersama kedua klub.
"Jadwal yang sekarang sudah terpampang ini adalah jadwal yang sudah disepakati antara kita," kata Ferry kepada wartawan termasuk tvrinews.com di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.
Ferry menjelaskan I.League menggunakan sistem penjadwalan baru untuk menyusun agenda kompetisi musim 2026/27. Sistem tersebut menggunakan teknologi komputerisasi yang juga diterapkan sejumlah kompetisi di luar negeri.
"Di beberapa kesempatan empat sampai lima bulan yang lalu kita sudah memperkenalkan sistem penjadwalan kita yang baru. Di mana sistem ini menggunakan satu komputerisasi sistem yang dianut oleh J-League kemudian Ligue 1 dan sebagainya, klub-klub besar," ujar Ferry.
Menurut Ferry, sistem tersebut mampu mengakomodasi hingga 200 ribu permintaan dalam proses penyusunan jadwal. Seluruh permintaan dari klub kemudian dihimpun untuk dibahas dan dinegosiasikan dengan pihak terkait.
Ferry mengatakan sistem penjadwalan tersebut juga mempertimbangkan agenda klub yang tampil di berbagai kompetisi. Hal itu diperlukan untuk menghindari benturan jadwal serta mengantisipasi kepadatan pertandingan sepanjang musim.
Dengan kondisi karhutla di Kalimantan yang disebut mulai mereda, pertandingan Borneo FC kontra Persija masih dijadwalkan berlangsung sesuai agenda pada 5 September 2026.










