TVRINews – London,Inggris
Filip Hrgovic membalikkan prediksi dunia tinju setelah memukul jatuh Moses Itauma dalam duel kelas berat dramatis di London, sekaligus merebut gelar juara dunia IBF.
Panggung megah O2 Arena, London, mendadak sunyi ketika Moses Itauma terduduk lemas di sudut ring pada ronde kesembilan. Petinju muda Inggris yang digadang-gadang sebagai ikon baru kelas berat itu harus mengubur impiannya.
Filip Hrgovic, petinju asal Kroasia, sukses membalikkan keadaan secara dramatis melalui kemenangan TKO setelah lawannya kehabisan tenaga akibat agresivitas berlebih di awal laga.
Pertarungan yang memperebutkan sabuk juara dunia kelas berat IBF yang lowong ini berjalan dengan tempo tinggi sejak lonceng ronde pertama dibunyikan pada sabtu 29 agustus 2026.
Itauma, yang tampil di bawah dukungan penuh publik tuan rumah, langsung mendominasi jalannya laga. Petinju berusia 21 tahun itu bahkan sempat membuat Hrgovic mencium kanvas lewat hook kanan telak pada ronde kedua.
Namun, dominasi tersebut harus dibayar mahal. Mengandalkan kombinasi pukulan cepat bertubi-tubi, stamina Itauma terkuras drastis memasuki paruh kedua pertandingan. Kurangnya pengalaman bertarung dalam durasi panjang mulai menjadi bumerang ketika ia gagal mengatur ritme di sisa ronde krusial.
Melihat celah tersebut, Hrgovic tampil lebih sabar. Peraih medali perunggu Olimpiade itu bertahan dari gempuran demi gempuran sebelum melancarkan serangan balik mematikan pada ronde kesembilan yang membuat kaki Itauma goyah. Tim pelatih Itauma akhirnya memutuskan melempar handuk penanda menyerah setelah wasit melihat sang petinju tidak lagi mampu membela diri.
"Dia adalah petinju terbaik yang pernah satu ring dengan saya, tetapi ia butuh lebih banyak pengalaman. Saya tahu saya tertinggal di ronde-ronde awal, namun saya yakin tempo laga berpihak pada saya," ujar Hrgovic usai pertandingan, dikutip dari BBC News.
"Sejak ronde pertama, saya melihat staminanya mulai habis. Saya tahu kapan kesempatan itu datang dan saya harus menekan. Itulah yang saya lakukan," imbuhnya.
Kemenangan ini menobatkan Hrgovic sebagai juara dunia kelas berat pertama asal Kroasia. Di sisi lain, kekalahan perdana sepanjang karier profesional ini menjadi pil pahit bagi Itauma, yang sebelumnya menyapu bersih 14 pertarungan awal tanpa kekalahan.
Kendati demikian, sang promotor, Frank Warren, meyakini bahwa petinjunya masih memiliki masa depan panjang untuk bangkit dari kegagalan ini dan belajar dari pengalaman berharga tersebut. "Moses telah memberikan segalanya di atas ring. Ia harus kembali mengevaluasi diri dan saya yakin ia akan bangkit kembali," ujar Warren.










