TVRINews, Jakarta
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meminta setiap cabang olahraga yang memperkuat Tim Indonesia memiliki target yang jelas dalam menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
Penegasan tersebut disampaikan Erick saat menghadiri agenda Tim Indonesia Day di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Sabtu, 29 Agustus 2026 malam.
Menurut Erick, kejelasan target menjadi bagian penting dalam persiapan kontingen Indonesia. Selain memastikan pendanaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berjalan dengan baik, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) juga diminta memastikan setiap cabang olahraga memiliki sasaran yang terukur.
“Tentu saya apresiasi terhadap Chef de Mission, Pak Todo. Seluruh pendanaan yang diberikan Kemenpora bisa terjamin dan KOI juga bisa memastikan para cabang olahraga punya target-target,” kata Erick, Sabtu 29 Agustus 2026.
Selain target prestasi, Erick juga menekankan pentingnya memastikan seluruh atlet berada dalam kondisi terbaik saat bertanding.
Pelayanan terhadap atlet, pelatih, dan ofisial selama berada di Jepang juga harus dipersiapkan secara maksimal.
Hal tersebut menjadi perhatian karena sejumlah cabang olahraga dijadwalkan memulai pertandingan sebelum upacara pembukaan Asian Games.
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari menilai persiapan Tim Indonesia sejauh ini telah dilakukan secara maksimal oleh Chef de Mission Todotua Pasaribu bersama jajarannya.
“Persiapan yang dilakukan sudah sangat maksimal oleh CdM dan tim yang luar biasa. Tinggal 21 hari kami menunggu kejutan yang akan datang di Asian Games Aichi-Nagoya,” ujar Okto.
Salah satu cabang olahraga yang mendapat perhatian dalam persiapan keberangkatan adalah mixed martial arts (MMA), yang akan menjalani debut di Asian Games.
Pelatih tim MMA Indonesia Agung Maulana mengapresiasi langkah tim Chef de Mission yang membantu mempercepat jadwal keberangkatan atlet ke Jepang.
Tim MMA dijadwalkan bertanding pada 20 September 2026. Sebelumnya, tim tersebut direncanakan berangkat pada 19 September sehingga waktu persiapan dan pemulihan atlet dinilai sangat terbatas.
“Kami itu tanding 20 September, sebelumnya kami berangkat 19 September, jadi hampir tidak ada waktu istirahat. Tapi berkat jajaran CdM dan tim, kami bisa berangkat lebih cepat,” kata Agung.
Sementara, Chef de Mission Tim Indonesia Todotua Pasaribu menjelaskan sejumlah cabang olahraga memang akan diberangkatkan lebih awal karena pertandingan mereka dimulai sebelum upacara pembukaan.
“Ya memang ada yang berangkat duluan karena pertandingan mereka juga jalan sebelum pembukaan,” ucap Todotua.
Kontingen Indonesia akan diberangkatkan dalam lima gelombang menuju Aichi-Nagoya. Seluruh kesiapan keberangkatan dan pelayanan kontingen, baik di Indonesia maupun Jepang, disebut telah dikoordinasikan.
Sebanyak 432 atlet dari 35 cabang olahraga serta 148 pelatih dan ofisial akan memperkuat Tim Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.










