
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) melakukan evaluasi terhadap penampilan tim Indonesia pada turnamen All England Open Badminton Championships 2026.
Meski target meraih satu gelar belum tercapai, PBSI menilai terdapat sejumlah catatan positif, terutama dari performa para pemain muda yang mampu tampil kompetitif.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI Eng Hian menyampaikan hasil tim Indonesia di turnamen tersebut menunjukkan dua sisi yang perlu menjadi perhatian.
“Secara umum kami melihat ada dua sisi dari hasil tim Indonesia di All England kali ini. Dari sisi positif, perkembangan pemain-pemain muda menunjukkan progres yang cukup menggembirakan. Mereka mampu tampil kompetitif di turnamen dengan level dan tekanan tinggi seperti All England,” kata Eng Hian dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Senin, 9 Maret 2026.
Menurutnya, performa tersebut menjadi indikator bahwa proses regenerasi atlet bulutangkis Indonesia berjalan dan para pemain muda mulai mampu bersaing di level tertinggi.
PBSI juga memberikan apresiasi khusus kepada pasangan ganda putra Raymond Indra/Joaquin yang berhasil melangkah hingga babak semifinal. Dalam perjalanan menuju empat besar, pasangan tersebut mampu mengalahkan unggulan kelima dan unggulan ketiga.
Bahkan saat menghadapi pasangan peringkat satu dunia sekaligus juara bertahan di semifinal, Raymond/Joaquin dinilai mampu memberikan perlawanan sengit.
“Penampilan seperti ini menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi dan kualitas untuk terus berkembang ke depan,” ujar Eng Hian.
Namun di sisi lain, PBSI mengakui target yang telah ditetapkan, yakni meraih satu gelar di All England, belum berhasil dicapai.
Menurut Eng Hian, hasil tersebut akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi tim pelatih dan tim pendukung di pelatnas, mulai dari strategi pertandingan hingga konsistensi performa atlet pada fase-fase krusial.
“Evaluasi ini akan kami lakukan secara komprehensif bersama tim pelatih dan tim pendukung di pelatnas untuk melihat apa saja yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan agar ke depan para atlet bisa tampil lebih maksimal dan stabil di turnamen besar,” ucap Eng Hian.
PBSI juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia karena belum mampu memenuhi target yang ditetapkan di turnamen bergengsi tersebut.
“Harapan masyarakat Indonesia terhadap bulutangkis sangat besar, terlebih di turnamen seperti All England. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat memenuhi target,” tutur Eng Hian.
Setelah mengikuti All England, tim bulutangkis Indonesia dijadwalkan melanjutkan rangkaian turnamen di Eropa dengan tampil di Swiss Open yang juga merupakan bagian dari kalender BWF World Tour.
Turnamen tersebut diharapkan menjadi momentum bagi para atlet untuk kembali menunjukkan performa terbaik dan meraih hasil maksimal bagi Indonesia.
Editor: Redaktur TVRINews
