TVRINews – Bogor, Jawa Barat
Aksi gemilang lini serang membawa Satria Muda mengatasi kedisiplinan taktik Dewa United dalam laga penentuan.
Kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) All Indonesian 2026 menyajikan drama tingkat tinggi ketika Satria Muda Pertamina Bandung berhadapan dengan Dewa United Banten di GOR Laga Tangkas Minggu 1 November 2026.
Pertandingan yang berlangsung sengit sejak tip-off pukul 18:15 GMT ini akhirnya ditutup dengan keunggulan tipis bagi Satria Muda dengan skor dramatis 77-75. Kemenangan ini mempertegas ketangguhan mental skuad asuhan Bambang Asdianto Pribadi dalam menghadapi tekanan besar di paruh kedua pertandingan.
Sejak kuarter pertama dimulai, kedua tim langsung memperagakan tempo permainan cepat dan defense ketat. Dewa United sempat memimpin tipis perolehan angka di kuarter pembuka dengan keunggulan 23-22, sebelum mempertahankan keunggulan tipis 44-41 hingga paruh babak (half-time).
Ketajaman lini serang Dewa United dikoordinasikan dengan baik melalui efektivitas two-pointer mencapai 57%. Namun, Satria Muda tidak tinggal diam; konsistensi paint in points yang sama kuat di angka 40 sama membuktikan bahwa kedua kubu bertarung habis-habisan di area paint area.
Memasuki paruh kedua, intensitas laga semakin meninggi dengan silih bergantinya kepemimpinan skor (lead changes). Satria Muda perlahan membalikkan momentum berkat penampilan gemilang Abraham Damar Grahita yang memimpin perolehan angka lewat torehan 21 poin, 1 rebound, dan 4 assists.
Dukungan lini belakang yang dimotori oleh Yudha Saputera dengan visi luar biasa mencetak 15 assists membuat aliran bola Satria Muda sangat dinamis. Menjelang detik-detik akhir kuarter keempat, ketegangan memuncak ketika Dewa United mencoba mengejar ketertinggalan melalui aksi sigap Dio Tirta Saputra yang membukukan 17 poin dan 11 rebounds.
Kendati demikian, kegagalan 2pt jump shot dari E. Junior di sisa waktu 00:04 mengubur asa Dewa United, sementara defensive rebound krusial dari M. Aziz di detik terakhir memastikan kemenangan 77-75 untuk Satria Muda.

(Selebrasi Satria Muda. [Foto: TVRI Sport])
Performa impresif juga ditunjukkan oleh J. Chalias yang menyumbangkan 18 poin serta 7 rebounds, serta M. Aziz yang kokoh di bawah ring dengan tambahan 15 poin. Di kubu Dewa United, selain Dio Tirta Saputra, E. Junior turut menyumbangkan 14 poin, sementara kerja keras lini kedua mereka menghasilkan total 31 bench points yang menjaga asa tim tetap hidup sepanjang laga.
Sepanjang sejarah kompetisi bola basket tertinggi di Indonesia, Satria Muda dikenal sebagai salah satu tim paling dominan dan konsisten meraih prestasi puncak. Klub yang berdiri sejak tahun 1993 ini tercatat telah mengoleksi lebih dari sepuluh gelar juara liga, mulai dari era Kobatama, dominasi panjang di era IBL dan NBL Indonesia, hingga kemenangannya di era modern IBL (termasuk titel juara pada tahun 2021 dan 2022).
Konsistensi di partai final serta mentalitas juara yang mendarah daging membuat klub berjuluk The City Guard ini selalu di perhitungkan sebagai kekuatan utama di setiap musim kompetisi.
Hasil positif ini menjadi suntikan moral yang amat berharga bagi Satria Muda Pertamina Bandung dalam mengarungi ketatnya persaingan IBL All Indonesian musim ini. Kemenangan dengan selisih dua poin ini sekaligus menjadi bukti bahwa kedisiplinan taktik di detik-detik krusial menjadi penentu utama dalam memenangkan duel klasik sarat gengsi tersebut.









