TVRINews, Jakarta
Pelatih Garudayaksa Women Yopie Riwoe berharap bergulirnya Indonesia Women's League (IWL) 2026/27 dapat menjadi awal yang baik bagi keberlanjutan kompetisi sepak bola putri di Indonesia. Ia ingin pertandingan perdana menghadirkan tontonan menarik bagi kedua tim dan masyarakat.
Garudayaksa Women dijadwalkan menghadapi Persita Women di Stadion Madya, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu, 18 Oktober 2026, pukul 7.30 WIB. Yopie mengatakan timnya telah melakukan persiapan untuk menyambut pertandingan pembuka tersebut.
“Garudayaksa juga sama, kami juga mempersiapkan diri dan harapannya game besok adalah pertandingan liga pertama yang bisa memberikan tontonan menarik bagi kedua tim dan masyarakat, agar semua bisa mendorong liga ini untuk terus berjalan,” ujar Yopie kepada wartawan termasuk tvrinews.com dalam konferensi pers menjelang pertandingan yang diselenggarakan secara daring, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Menurutnya, keberlangsungan kompetisi menjadi hal penting bagi perkembangan sepak bola putri nasional. Sehingga, ia berharap pertandingan pembuka dapat berlangsung menarik sekaligus mendorong semakin banyak pihak memberikan perhatian terhadap sepak bola perempuan.
Dalam membentuk skuad Garudayaksa Women, Yopie menjelaskan timnya membuka seleksi terlebih dahulu. Setelah itu, mereka mengundang sejumlah pemain yang pernah memperkuat Timnas Indonesia, termasuk mantan pemain tim nasional, untuk mengikuti proses seleksi.
Pemilihan pemain dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian karakter dan kemampuan mereka dengan filosofi permainan yang ingin diterapkan.
“Kalau dari Garudayaksa, tentu tipe pemain yang sesuai dengan filosofi saya sebagai pelatih. Apa yang saya mau supaya filosofi saya jalan dan skema saya berjalan,” ucap Yopie.
Dengan pendekatan tersebut, Yopie berharap para pemain dapat memahami instruksi serta menjalankan strategi yang telah dipersiapkan selama latihan.
Yopie juga menanggapi penerapan pemain asing dalam IWL 2026/27. Ia berharap kehadiran pemain dari luar negeri dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan pemain lokal sekaligus meningkatkan kualitas persaingan antarklub.
Menurutnya, pemain asing tidak hanya diharapkan berkontribusi melalui kemampuan teknis di lapangan, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi pemain Indonesia dalam menjalani kompetisi secara profesional.
“Harapannya dengan adanya pemain asing itu bisa meningkatkan kualitas para pemain Indonesia sendiri. Dengan demikian, liga ini juga akan berkompetisi dengan baik,” kata Yopie.
Ia menambahkan pengalaman pemain asing yang terbiasa mengikuti kompetisi di negara lain dapat menjadi sumber pembelajaran bagi pemain lokal, termasuk dalam hal mengelola diri dan mempersiapkan diri menghadapi pertandingan.
“Harapannya, pemain-pemain asing yang datang betul-betul bisa menularkan ilmu mereka. Mungkin mereka di luar lebih sering mengikuti kompetisi, bagaimana mereka mengatur dan mengelola diri mereka. Itu juga bisa menjadi modal bagi pemain-pemain kita di Indonesia dalam menjalani kompetisi. Jadi, sebagai model bagi pemain-pemain kita yang ada di Indonesia,” tutur Yopie menjelaskan.
Menjelang pertandingan melawan Persita Women, Yopie meminta para pemain menikmati jalannya kompetisi dan tidak merasa terbebani oleh tekanan berlebihan. Ia menilai laga pembuka merupakan kesempatan bagi pemain untuk menerapkan hasil latihan sekaligus menunjukkan kemampuan mereka.
Ia menekankan pentingnya menjalankan instruksi pelatih dan bermain sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan.
“Pesan untuk para pemain, bahwa ini liga baru pertama lagi dan kita main di pertandingan awal, nikmati saja. Nikmati pertandingan ini, nikmati kompetisi ini, dan jalankan instruksi yang sudah kalian pelajari, instruksi yang sudah kita latih,” ujar Yopie.
Yopie berharap pendekatan tersebut dapat membantu pemain tampil lebih lepas dan mengurangi rasa gugup saat bertanding.
“Jadi, tidak ada penekanan yang membuat mereka akan nervous. Nikmatilah kompetisi ini, bahwa ini kompetisi milik kita, jadi harus kita nikmati,” ucap Yopie.
Melalui persiapan yang telah dilakukan, Garudayaksa Women berharap dapat mengawali IWL 2026/27 dengan penampilan positif.
Yopie juga menaruh harapan agar kompetisi sepak bola putri Indonesia terus berkembang dan memberikan ruang lebih luas bagi para pemain untuk meningkatkan kualitas mereka.










