TVRINews, Jakarta
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian memastikan akan kembali berpasangan dengan Muhammad Shohibul Fikri setidaknya hingga akhir tahun 2025.
Keputusan ini diambil usai keduanya meraih gelar juara China Open 2025, meski awalnya hanya dipasangkan untuk mengisi kekosongan.
“Alhamdulillah bisa pecah telur kalau kata netizen. Jujur awalnya tidak menyangka bisa juara di Super 1000. Target pribadi tentu ada, tapi PBSI awalnya hanya ingin mengisi kekosongan,” kata Fajar, Jumat, 8 Agustus 2025.
Keputusan memasangkan Fajar dan Fikri dibicarakan saat Fajar sarapan dengan Pelatih Ganda Putra PBSI Antonius Budi Ariantho di Tiongkok, sebelum final China Open.
Saat itu, Fajar mengaku sempat bimbang karena masih berada di peringkat empat dunia bersama Muhammad Rian Ardianto, pasangan lamanya selama 11 tahun.
“Ganti pasangan itu keputusan berat. Tapi demi bulutangkis Indonesia, saya coba yang terbaik. Fikri juga sedang kehilangan partner setelah Daniel cedera, jadi sayang kalau dia tidak punya pasangan di usia emasnya,” ujar Fajar.
Menurut Fajar, PBSI ingin melihat konsistensi permainan mereka, apalagi di Jepang Open mampu tembus perempat final dan langsung juara di Tiongkok. Turnamen berikutnya yang akan diikuti adalah China Masters dan Korea Open.
Sementara, Fikri mengaku baru diberi tahu sehari sebelum keberangkatan.
“Saya gak masalah sama siapa saja. Yang penting ada pertandingan, biar gak latihan terus. Saya mau coba buktiin lagi sama A Fajar,” kata Fikri.
Meski begitu, Fajar menegaskan statusnya dengan Fikri masih masa percobaan. Tidak menutup kemungkinan ia kembali dengan Rian atau mendapat pasangan baru di masa depan.
“Untuk sekarang kami jalani dulu sampai akhir tahun, lihat hasilnya,” tutur Fajar.
Sebelumnya, Sang juara ganda putra China Open 2025 Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri resmi diperpanjang masa uji cobanya.
Pasangan ini akan kembali tampil bersama di dua turnamen berikutnya, yakni China Masters Super 750 (16–21 September) dan Korea Open Super 500 (23–28 September).
Selain Fajar/Fikri, kombinasi baru Muhammad Rian Ardianto/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan juga didaftarkan di dua ajang tersebut.
Dalam kesempatannya, Pelatih ganda putra PBSI Antonius Budi Ariantho menjelaskan keputusan ini diambil untuk melihat konsistensi Fajar/Fikri setelah sukses di China Open, sekaligus mencari formula kombinasi baru yang mampu bersaing di level atas.
Anton menyebut program uji coba ini akan berlangsung hingga akhir tahun. Evaluasi akan dilakukan untuk menentukan pasangan yang dipatenkan.
Ia menambahkan, rencana ini juga disusun sambil menunggu pulihnya Daniel Marthin dari cedera. Daniel diperkirakan baru kembali pada Januari 2026.
Namun sebelum memulai persiapan dengan pasangan baru, Fajar dan Rian akan fokus lebih dulu pada Kejuaraan Dunia 2025 di Paris, Prancis, yang digelar 25–31 Agustus.
Anton memutuskan menarik Fajar/Rian dari Hong Kong Open 2025 agar memiliki waktu dua minggu persiapan untuk eksperimen pasangan baru.










