TVRINews, Jakarta
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai pertandingan melawan Vietnam akan menjadi ujian penting bagi Timnas Indonesia untuk mengukur level permainan di Piala ASEAN (AFF) 2026.
Meski demikian, ia mengingatkan agar Skuad Garuda tetap tidak meremehkan lawan-lawan lainnya di Grup A.
"Pertandingan melawan Vietnam itu yang bisa menjadi kunci bagaimana tim kita di AFF ini melihat levelnya. Bukan berarti menganggap remeh pertandingan berikutnya melawan Timor Leste ataupun Singapura," kata Erick kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Selasa, 28 Juli 2026.
Erick juga menegaskan skuad yang tampil di Piala ASEAN merupakan komposisi terbaik yang bisa disiapkan PSSI. Menurutnya, sejumlah pemain yang berkarier di luar negeri tidak dapat bergabung karena turnamen ini tidak berlangsung pada kalender resmi FIFA.
"Ini tim terbaik yang kita bisa berikan untuk AFF karena ini bukan FIFA Matchday. Artinya banyak pemain yang tidak bisa bergabung, terutama yang masih memperkuat klub di luar negeri," ujar Erick.
Selain itu, Erick menyambut positif penggunaan Video Assistant Referee (VAR) di Piala ASEAN 2026. Ia menilai teknologi tersebut menjadi langkah maju untuk meningkatkan kualitas pertandingan di kawasan Asia Tenggara.
"Baguslah. Di Indonesia sendiri Liga 1 dan Liga 2 sudah menggunakan VAR. Kalau hydration break itu keputusan dari AFF sendiri," ucap Erick.
Timnas Indonesia mengawali Piala ASEAN 2026 dengan kemenangan 5-1 atas Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor. Mitchell Baker menjadi bintang kemenangan lewat torehan hattrick, sementara dua gol lainnya dicetak Sandy Walsh dan Jens Raven.
Hasil tersebut membuat Indonesia mengoleksi tiga poin dari satu pertandingan. Skuad Garuda saat ini berada di peringkat ketiga Grup A, di bawah Singapura yang memimpin klasemen dengan enam poin dari dua laga dan Vietnam yang berada di posisi kedua dengan tiga poin serta selisih gol lebih baik.
Indonesia selanjutnya akan menghadapi Timor Leste sebelum melakoni laga yang diprediksi menjadi penentu melawan Vietnam.









