TVRINews, Jakarta
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Eng Hian mengapresiasi pencapaian atlet Indonesia dalam rangkaian tiga turnamen Eropa, yakni Denmark Open, French Open, dan Hylo Open.
Namun, ia mengingatkan masih ada sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan, terutama konsistensi permainan, kemampuan membaca pola lawan, serta kesiapan fisik dan mental.
Indonesia berhasil membawa pulang dua gelar juara dan dua posisi runner-up dari tiga turnamen tersebut. Dua gelar juara diraih Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di Denmark Open dan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi di Hylo Open.
Sementara, Moh. Zaki Ubaidillah menjadi runner-up French Open dan Jonatan Christie menempati posisi kedua di Hylo Open.
Eng Hian mengapresiasi perjuangan seluruh atlet atas pencapaian tersebut. Meski demikian, dia menilai hasil positif itu tetap harus diikuti evaluasi untuk meningkatkan kualitas permainan.
“Saya mengapresiasi perjuangan seluruh atlet atas pencapaian tersebut. Namun, masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, terutama konsistensi permainan, kemampuan mengantisipasi perubahan pola permainan lawan, serta pengambilan keputusan pada poin-poin kritis,” ujar Eng Hian menjelaskan dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Senin, 2 November 206.
Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan fisik dan mental agar atlet mampu menjaga performa sepanjang turnamen.
“Selain itu, kesiapan fisik dan mental juga harus terus diperkuat agar atlet mampu menjaga performa sepanjang turnamen,” ucap Eng Hian.
Hasil dari tiga turnamen Eropa tersebut akan menjadi bahan evaluasi bersama tim pelatih. Eng Hian berharap para atlet tidak cepat puas dengan pencapaian yang sudah diraih.
“Hasil ini akan menjadi bahan evaluasi bersama tim pelatih. Saya berharap para atlet tidak cepat puas dengan pencapaian yang sudah diraih dan terus berusaha meningkatkan kualitas permainan,” tutur Eng Hian.









