TVRINews – Italia
Peluang Menipis, Sang Juara Dunia Tuntut Komitmen Total Scuderia di Sisa Musim
Peluang perebutan gelar juara dunia Formula 1 musim ini memasuki fase krusial. Pembalap Scuderia Ferrari, Lewis Hamilton, secara terbuka mendesak timnya untuk mengerahkan seluruh sumber daya demi mendukung ambisinya dalam memburu titel juara, di tengah selisih poin yang semakin melebar dari puncak klasemen.
Pembalap asal Inggris tersebut kini tertinggal 59 poin dari pimpinan klasemen sementara, Kimi Antonelli, dengan 11 seri balapan yang masih tersisa. Menjelang Grand Prix Italia, di mana ia akan memulai balapan dari posisi keempat setelah penalti grid yang diterima pembalap lain, Hamilton menegaskan bahwa Scuderia harus segera mengambil keputusan tegas terkait strategi tim.

(Lewis Hamilton Target Juara Di GP Italia Minggu 6 September 2026 (Foto: Formula One Official))
"Cahaya di ujung terowongan itu memang ada, tetapi semakin lama semakin meredup seiring perjalanan musim ini," ujar Hamilton seusai sesi kualifikasi Sabtu 5 September 2026 kutip The Guardian Sport.
Ia mengapresiasi kerja keras pabrikan asal Maranello tersebut dalam menghadirkan pengembangan mobil dan pembaruan teknis. Kendati demikian, ia menilai tim membutuhkan tingkat urgensi yang lebih tinggi di sirkuit untuk mengonversi potensi menjadi hasil nyata.
"Tim telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam membawa pembaruan dan mendorong kami maju. Saya selalu ingin mengapresiasi hal tersebut. Namun, di sisi lain, kami harus tampil presisi dan bertindak nyata di lintasan untuk memastikan hasil yang dibutuhkan," tambahnya.
Tantangan Ferrari kian nyata setelah Hamilton hampir tersingkir pada sesi Q2 akibat kendala kecepatan dan dinamika strategi di lintasan lurus Monza. Masalah komunikasi dan penentuan waktu keluar garasi membuat kedua pembalap Ferrari kehilangan kesempatan optimal untuk mencatatkan waktu terbaik secara maksimal.
Keunggulan kompetitif yang ditunjukkan oleh tim rival, khususnya Mercedes, membuat situasi semakin mendesak. George Russell, yang memiliki jumlah poin setara dengan Hamilton, berada di posisi yang sangat menguntungkan untuk mendulang poin, sementara Antonelli harus memulai balapan dari posisi buncit akibat penalti pergantian mesin.
"Kita berada di titik musim di mana selisih 59 poin adalah defisit yang sangat besar untuk dikejar, terutama ketika Mercedes terus memegang kendali kecepatan. Karena itu, kami harus bekerja sebagai satu kesatuan tim yang solid," pungkas Hamilton.
Dengan posisi start grid ketiga bagi Charles Leclerc dan keempat bagi Hamilton pada balapan hari Minggu sore 6 September waktu setempat, , Scuderia Ferrari dituntut untuk menunjukkan efisiensi taktis maksimal demi menjaga asa dalam perebutan gelar juara dunia konstruktor maupun pembalap.










