TVRINews, Jakarta
Pelatih Persita Women Febriardi Bobihoe mengungkapkan timnya belum menggunakan pemain asing untuk menghadapi kompetisi Indonesia Women's League (IWL) 2026/27.
Persita Women akan menjalani laga perdananya dalam IWL 2026/27 melawan Garudayaksa Women di Stadion Madya, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu, 18 Oktober 2026.
Meski demikian, ia berharap penerapan pemain asing di sejumlah klub peserta dapat meningkatkan kualitas persaingan sepak bola putri Indonesia.
Febriardi mengatakan, Persita Women telah menjalani persiapan selama satu setengah bulan untuk menghadapi musim baru.
Timnya kini memiliki sekitar 23 pemain yang dipilih melalui sejumlah jalur, mulai dari talent pool PSSI, perekrutan pemain yang telah dikenal pelatih, hingga seleksi terbuka.
“Kaitannya dengan pemain asing memang kebetulan untuk Persita tahun ini kami belum menggunakan pemain asing, tapi kita berharap dengan adanya pemain asing ini bisa mengangkat kualitas dari liga ini sendiri,” ujar Febriardi kepada wartawan termasuk tvrinews.com dalam konferensi pers menjelang pertandingan yang diselenggarakan secara daring, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Menurutnya, kehadiran pemain asing di kompetisi musim ini diharapkan dapat memberikan warna baru sekaligus mendorong peningkatan kualitas permainan antarklub. Ia menyebut sejumlah tim telah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkuat skuad mereka.
Febriardi menilai pemain dari negara-negara Asia, seperti Jepang dan Filipina, dapat menjadi salah satu opsi yang menarik untuk mendukung perkembangan sepak bola putri di Indonesia.
“Untuk kriterianya saya rasa kalau mungkin kita ambil yang dari Jepang atau dari Filipina mungkin yang terdekat mungkin masih bagus-bagus juga pemainnya, ada yang bagus-bagus,” kata Febriardi.
Tanpa pemain asing, Persita Women mematangkan komposisi skuad melalui proses seleksi dan persiapan yang telah berlangsung selama satu setengah bulan.
Febriardi menjelaskan timnya mendapatkan pemain dari talent pool PSSI, menghubungi sejumlah pemain yang sudah dikenalnya, serta menggelar seleksi terbuka selama satu hari.
Dari proses tersebut, Persita Women mengumpulkan sekitar 23 pemain. Pemilihan dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian kemampuan pemain dengan skema dan filosofi permainan yang ingin diterapkan.
Febriardi mengakui beberapa pemain yang direkrut sudah cukup lama tidak bermain. Namun, ia menilai latihan bersama selama satu setengah bulan membantu mereka memulihkan kondisi untuk menghadapi kompetisi.
“Yang pasti, pemain yang kita pilih itu sesuai dengan skema saya, filosofi saya. Itulah yang saya pilih,” ucap Febriardi.
Persita Women pun berupaya memaksimalkan persiapan yang telah dilakukan untuk menghadapi pertandingan perdana IWL 2026/27. Febriardi meminta para pemain menikmati pertandingan dan tidak terbebani ketegangan pada laga pembuka.
Menurutnya, kemampuan menerapkan materi latihan dan menjaga ketenangan akan menjadi faktor penting bagi pemain untuk menunjukkan performa terbaik.
Di sisi lain, Febriardi berharap penyelenggaraan IWL dapat berlangsung secara positif dengan dukungan suporter yang sportif. Ia ingin kompetisi sepak bola putri menjadi ruang bagi pemain untuk berkembang sekaligus menarik perhatian lebih luas dari masyarakat Indonesia.
Dengan mengandalkan skuad yang telah dibentuk melalui proses seleksi, Persita Women bersiap menjalani IWL 2026/27 di tengah penerapan pemain asing oleh sejumlah klub peserta.
Febriardi berharap kompetisi musim ini semakin kompetitif dan mampu mendorong kemajuan sepak bola putri nasional.










