TVRINews – New York
Prancis Mencari Penebusan Dosa Masa Lalu Melawan Kekuatan Utama Afrika di New York
Panggung terbesar sepak bola dunia resmi bergulir di New York New Jersey Stadium pada Selasa 16 Juni 2026. Pertandingan pembuka Grup I yang mempertemukan Prancis dan Senegal ini bukan sekadar laga perdana biasa, melainkan sebuah babak baru dari salah satu rivalitas paling bersejarah dalam turnamen ini.
Bagi Les Bleus, julukan tim nasional Prancis, turnamen edisi ke-23 ini adalah misi penebusan dosa yang besar. Setelah kekalahan menyakitkan lewat adu penalti melawan Argentina pada final dramatis empat tahun lalu, skuad asuhan Didier Deschamps datang dengan status tim peringkat dua dunia sekaligus unggulan utama untuk mengangkat trofi emas kali ini.
Namun, sejarah mencatat bahwa Senegal bukanlah lawan yang mudah bagi raksasa Eropa tersebut. Publik tentu belum lupa pada perhelatan Piala Dunia 2002 silam, ketika gol tunggal Papa Bouba Diop membawa Senegal mengejutkan dunia dengan menumbangkan Prancis yang kala itu berstatus juara bertahan pada laga pembuka.
Ambisi Rekor Mbappé dan Kedalaman Skuad
Armada Prancis kali ini tertuju pada megabintang sekaligus kapten mereka, Kylian Mbappé. Penyerang tajam tersebut saat ini berada di ambang sejarah; ia hanya membutuhkan satu gol lagi untuk menyamai rekor gol sepanjang masa tim nasional Prancis.
Statistik dari tim riset internal Prancis menunjukkan dominasi psikologis yang kuat jika Prancis mampu unggul lebih awal.
Berdasarkan data historis, Prancis memegang rekor tak terkalahkan dalam 26 pertandingan terakhir ketika mencetak gol pembuka, dengan rincian 24 kemenangan dan 2 hasil imbang. Lebih dari itu, Les Bleus tidak pernah kalah dalam sejarah Piala Dunia jika mereka berhasil memimpin pada babak pertama.
Kendati demikian, Senegal datang ke Amerika Utara dengan generasi emas yang matang. Berstatus sebagai juara Piala Afrika 2021 dan konsisten menembus putaran final pada 2018 serta 2022, tim berjuluk Singa Teranga ini dihuni oleh para pemain yang berkompetisi di kasta tertinggi liga-liga Eropa.
Keberhasilan mereka mencapai babak 16 besar pada edisi sebelumnya menjadi bukti bahwa kolektivitas tim mereka berada di level elite.
Para analis memperkirakan Prancis akan langsung menekan sejak menit pertama untuk menghindari skenario buruk tahun 2002.
Kedisiplinan lini belakang Senegal yang digalang para pemain berpengalaman akan menjadi faktor penentu apakah malam ini di New York akan menjadi milik sang favorit atau kembali melahirkan kejutan sejarah baru.
Jangan lupa saksikan laga nya di Televisi TVRI Nasional Dan Televisi Sport dini hari nanti (Rabu 17 Juni 2026 Pukul 01.45 WIB)









