TVRINews – Kansas
Sang juara bertahan, Argentina, memulai misi mempertahankan trofi Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Aljazair dalam laga pembuka Grup J di Kansas City, Selasa malam waktu setempat.
Dunia sepak bola menaruh perhatian penuh ke Amerika Serikat saat Lionel Messi memimpin Argentina dalam upaya ambisius mempertahankan gelar Piala Dunia. Enam hari setelah turnamen dimulai, banyak pihak menganggap kompetisi baru benar-benar terasa hidup ketika sang juara bertahan, Argentina, melangkah ke panggung utama.
Bagi Messi, pertandingan di Kansas City ini bukan sekadar laga pembuka. Ia mencatatkan sejarah sebagai pria pertama yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia. Namun, di balik rekor tersebut, terdapat pertanyaan besar mengenai kesiapan fisik sang kapten yang akan menginjak usia 39 tahun pada 24 Juni mendatang, serta kerentanan lini pertahanan tim asuhan Lionel Scaloni.
Scaloni kini memikul beban untuk membawa Argentina menjadi negara ketiga dalam Sejarah setelah Italia dan Brasil yang mampu mempertahankan gelar juara dunia. Dengan rata-rata usia skuad mencapai 29 tahun, ini bisa menjadi tarian terakhir bagi generasi emas La Albiceleste, atau justru menjadi awal dari kemerosotan performa.
Aljazair Siap Membuat Kejutan
Di sisi lain, Aljazair datang dengan kepercayaan diri tinggi. Era di mana tim Afrika Utara hanya dianggap sebagai tim pelengkap telah berakhir. Di bawah arahan pelatih asal Bosnia, Vladimir Petkovic, The Fennecs hadir dengan rekor impresif selama kualifikasi dan ambisi menembus fase gugur.
Kapten inspiratif Riyad Mahrez dipastikan akan memimpin serangan, didukung oleh talenta muda Ibrahim Maza yang mulai mencuri perhatian di Eropa. Kehadiran Luca Zidane di bawah mistar gawang juga menjadi sorotan tersendiri bagi publik sepak bola internasional.
Analisis dan Statistik
Secara historis, Argentina memiliki catatan superior melawan tim dari Afrika di Piala Dunia, yakni memenangkan enam pertandingan terakhir mereka.
Namun, algoritma komputer Opta memberikan sedikit ruang bagi Aljazair untuk membuat kejutan. Dalam 25.000 simulasi pertandingan, Argentina diprediksi menang sebesar 68,2 persen, sementara potensi kejutan dari Aljazair berada di angka 13,2 persen.
Argentina diprediksi akan turun dengan formasi andalan yang mengombinasikan pengalaman Cristian Romero dan ketajaman Lautaro Martinez di lini depan. Sementara itu, Aljazair diharapkan bermain disiplin dengan mengandalkan transisi cepat yang menjadi ciri khas di bawah komando Petkovic.
Laga ini tidak hanya krusial untuk poin di Grup J yang juga dihuni oleh Austria dan Yordania tetapi juga menjadi ujian mentalitas bagi Argentina dalam menghadapi tekanan besar sebagai tim yang paling diburu di turnamen ini.
Dunia kini menanti: akankah Messi kembali mengukir sejarah, atau justru Aljazair yang akan mengguncang panggung Kansas City?
Sakssikan Laga serunya hanya di Televisi TVRI Nasional dan Televisi Sport Rabu pukul 08.00 WIB










