TVRINews, Tangerang
Persija Women gagal meraih poin setelah takluk 0-1 dari Persikad Women pada pekan kedua Indonesia Women's League (IWL) 2026/27 di Indomilk Arena, Tangerang, Minggu, 25 Oktober 2026.
Gol Grace Paradis pada menit ke-90 membuyarkan upaya Macan Kemayoran untuk mengamankan hasil positif.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Pelatih Persija Jakarta Women Muhamad Yusup Prasetiyo atau yang akrab disapa Coach Yoyo tetap mengapresiasi peningkatan performa anak asuhnya dibandingkan pertandingan perdana pekan lalu.
Namun, ia menilai kesalahan pada menit-menit akhir menjadi faktor yang membuat Persija harus pulang tanpa poin.
“Pertama-tama saya ucapkan selamat untuk Persikad Depok yang memenangkan pertandingan hari ini. Secara keseluruhan, performa kami cukup baik dan meningkat dari pertandingan pertama. Namun, hasil akhir memang kurang memuaskan karena kesalahan di menit-menit akhir,” ujar Yoyo kepada wartawan termasuk tvrinews.com sesuai pertandingan, Minggu, 25 Oktober 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Yoyo juga secara terbuka menyoroti performa pemain asing anyar Persija Women Christie-anne K-Shanta. Ia mengungkapkan Christie bukan pilihan utama untuk mengisi posisi penyerang tengah atau nomor sembilan.
Menurutnya, sejumlah target sebelumnya batal bergabung karena berbagai kendala, mulai dari urusan administrasi dan cedera hingga memilih melanjutkan karier di Eropa.
Kondisi tersebut membuat Persija harus mengambil keputusan dalam waktu singkat untuk mengisi posisi yang dinilai krusial.
“Dalam waktu yang singkat saya harus memutuskan karena posisi nomor 9 adalah masalah besar di Persija. Dan hari ini, seperti teman-teman lihat, kualitas Christie jauh banget dari apa yang kita harapkan,” ujar Yoyo.
Selain menyoroti performa pemain asingnya, Yoyo turut mengungkapkan persoalan kedalaman skuad Persija Women.
Dari 25 pemain yang terdaftar, ia menilai hanya sekitar 14 hingga 15 pemain yang benar-benar siap dan memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi.
Ia membandingkan kondisi tersebut dengan Persikad Women yang dinilainya memiliki kedalaman skuad lebih baik, termasuk kehadiran pemain berpengalaman di tim nasional. Menurutnya, perbedaan kualitas antarpemain masih menjadi tantangan bagi Persija.
“Teman-teman bisa bayangkan, sisa pemain lainnya kualitasnya memang jauh. Tadi bisa dilihat sendiri, Persikad diperkuat kapten tim nasional dan beberapa pemain timnas lainnya. Kedalaman skuad mereka jauh sekali dan jarak kualitas antar-pemain kami terlalu lebar,” ucap Yoyo.
Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah bagi Persija Women untuk memperbaiki konsistensi permainan, efektivitas lini depan, serta kedalaman skuad agar mampu bersaing pada pertandingan-pertandingan berikutnya di IWL 2026/27.










