TVRINews – London, Inggirs
Menjelang final Piala FA kontra Chelsea, Pep Guardiola menegaskan pencapaian timnya tidak hanya diukur dari trofi.
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menegaskan bahwa kampanye timnya musim ini telah membuahkan keberhasilan, terlepas dari apakah mereka akan mengangkat trofi Liga Utama Inggris (EPL) atau memenangi final Piala FA melawan Chelsea pada Sabtu 16 Mei 2026 sore nanti.
Pernyataan tersebut memicu perdebatan mengenai standar kesuksesan di level tertinggi sepak bola Eropa.
Berbicara menjelang penampilan keempat berturut-turut City di Wembley dalam partai puncak Piala FA, Guardiola menolak anggapan bahwa musim timnya gagal jika kompetisi domestik berakhir tanpa gelar tambahan kutip AFP.
Meski City selalu membidik gelar juara Liga Utama Inggris dan Liga Champions sebagai target utama di setiap awal musim, armada Etihad Stadium kini berada di ambang situasi tanpa kedua trofi prestisius tersebut.
Langkah mereka di Eropa terhenti di babak 16 besar oleh Real Madrid pada Maret lalu. Sementara itu, di kancah domestik, mereka terus membayangi Arsenal yang memimpin klasemen.
"Kesuksesan terkadang bergantung pada trofi yang Anda angkat. Ada kalanya Anda meraih trofi, namun kenyataannya musim tersebut berjalan sangat buruk," ujar Guardiola dalam konferensi pers, sebagaimana dikutip dari laporan media setempat.
"Saya telah mengatakan beberapa minggu lalu, musim ini berjalan dengan baik. Sangat, sangat baik."
Fokus Penuh di Wembley
Setelah mengistirahatkan sejumlah pilar utama seperti Erling Haaland, Rayan Cherki, dan Jeremy Doku saat meraih kemenangan atas Crystal Palace pada pertengahan pekan, Guardiola mengisyaratkan akan menurunkan kekuatan penuh di London.
Ia menegaskan tidak akan mengorbankan Piala FA demi memprioritaskan perburuan gelar liga.
"Ini adalah final Piala FA. Pesannya jelas, ada dua klub bergengsi yang akan bertanding di Wembley," kata manajer asal Spanyol tersebut.
"Suporter kami telah melakukan upaya luar biasa untuk datang ke London dengan biaya yang tidak murah. Kami akan berusaha tampil maksimal untuk menang. Itu selalu menjadi rencana permainan kami."
City mengusung misi penebusan setelah menelan kekalahan dalam dua final Piala FA terakhir mereka, masing-masing dari Crystal Palace dan Manchester Unitedti m yang sempat mereka kalahkan pada final edisi 2023.
"Tentu saja ada rasa antusias. Saya berharap kami bisa tampil lebih baik daripada dua kesempatan terakhir," tambah Guardiola, yang juga enggan berspekulasi mengenai kesiapan gelandang andalannya, Rodri, untuk tampil sejak menit awal.
Spekulasi Masa Depan
Pertandingan ini menandai kunjungan ke-24 Guardiola ke Wembley bersama City. Menanggapi catatan tersebut, ia sempat berseloroh mengenai intensitas kehadirannya di stadion nasional Inggris itu.
"Begitu sering saya berada di sana, setidaknya harus ada ruang santai atau tribun VIP yang dinamai menurut nama saya. Mungkin saya harus ke sana 24 kali lagi," guraunya.
Di luar lapangan, spekulasi mengenai masa depan Guardiola terus bergulir mengingat kontraknya di Etihad tersisa satu tahun lagi.
Muncul rumor bahwa pria berusia 55 tahun itu kemungkinan bakal mengakhiri satu dekade pengabdiannya di Manchester City setelah musim ini usai.
Ketika dikonfirmasi mengenai rumor kepergian pelatih kebugaran Lorenzo Buenaventura dan pelatih kiper Xabi Mancisidor, Guardiola merespons dengan nada sarkas. "Saya sudah memperpanjang kontrak mereka tiga tahun lagi," ujarnya sembari tersenyum, sebelum akhirnya menambahkan, "Tidak."










