TVRINews, Depok
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) 2026 di Aula Prakasa Mako Divisi Infanteri 1 Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Menpora mengapresiasi penyelenggaraan Rakernas PJSI sekaligus memberikan penghargaan atas prestasi cabang olahraga judo yang menjadi salah satu penyumbang medali emas Indonesia pada SEA Games 2025 di Thailand.
"Saya tentu sangat apresiasi. Kemarin di SEA Games kita targetnya peringkat tiga. Alhamdulillah setelah 32 tahun, ketika kita tidak menjadi tuan rumah, kita bisa peringkat dua. Dan judo menyumbangkan empat medali emas, dua medali perak, serta satu medali perunggu," ujar Erick dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Selasa, 30 Juni 2026.
Menurut Menpora, pencapaian tersebut harus menjadi motivasi untuk meningkatkan prestasi pada SEA Games 2027 di Malaysia.
Ia menilai persaingan akan semakin ketat karena Malaysia sebagai tuan rumah akan berupaya menjadi juara, sementara Indonesia juga harus menghadapi kekuatan Thailand, Vietnam, dan Filipina.
"Semoga judo juga bisa memberikan medali yang lebih banyak lagi, dan kami dari Kemenpora terus mendorong bahwa Pelatnas itu tidak bisa hanya jangka pendek, harus jangka panjang," kata Erick.
Erick menjelaskan pembinaan atlet berprestasi membutuhkan proses yang panjang sehingga tidak mungkin dilakukan hanya dalam waktu singkat. Karena itu, ia mengapresiasi PJSI yang telah menyusun strategi pembinaan jangka pendek, menengah, dan panjang dalam Rakernas 2026.
Menurutnya, seorang atlet umumnya memerlukan waktu lima hingga enam tahun untuk mencapai prestasi puncak di tingkat internasional.
Hal tersebut, lanjut Erick, menjadi dasar Presiden Prabowo Subianto menyetujui skema anggaran multiyears untuk program pemusatan latihan nasional yang diusulkan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
"Bapak Presiden sangat mengharapkan skema ini terjadi, karena itu visi beliau untuk kemajuan olahraga Indonesia. Mudah-mudahan ada kesamaan pengertian dengan administrasi negara, bahwa anggaran multiyears itu sesuatu yang sudah dilakukan di banyak negara, dan ini merupakan keharusan yang sedang ditunggu-tunggu seluruh cabang olahraga, karena memang tidak mungkin menghasilkan juara dengan sistem kepelatihan yang sangat singkat," ucap Erick menjelaskan.
Menpora berharap Rakernas PJSI tidak hanya menjadi forum evaluasi tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi serta menyusun peta jalan pembinaan yang terukur.
Dengan perencanaan yang matang, Erick optimistis PJSI memiliki fondasi kuat untuk mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang internasional.










