TVRINews. Jakarta
Legenda Arsenal Thierry Henry mengungkapkan alasan dirinya tidak turun bermain saat North London Legends menghadapi Manchester United Legends dalam laga ekshibisi bertajuk '2026 Champions Impact in Jakarta: The Rivalry Returns', di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Henry memilih mendampingi tim dari bangku cadangan karena mengalami masalah pada otot hamstring. Meski tidak bermain, ia tetap hadir untuk menyaksikan pertandingan sekaligus menikmati suasana Jakarta.
“Bagi saya sederhana saja, otot hamstring saya yang meminta saya menjadi pelatih. Jadi, itu keputusan yang sangat mudah. Tubuh saya memberi sinyal bahwa saya harus melakukannya,” kata Henry kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Ia menjelaskan cedera tersebut dialaminya setelah tampil dalam laga testimonial Robert Pires. Kondisi itu membuatnya memutuskan untuk tidak memaksakan diri bermain.
“Saya tetap ingin berada di sini, ingin hadir dan melihat Jakarta serta semua orang di sini. Namun, hamstring saya menyarankan bahwa sebaiknya saya berada di bangku cadangan,” ujar Henry.
Dari sisi teknis, penyerang asal Prancis ini mengatakan timnya harus menyesuaikan strategi dengan kondisi fisik para pemain yang sebagian besar telah memasuki usia pensiun. Menurut dia, menjaga kerapatan formasi dan menghindari kehilangan bola menjadi hal penting dalam pertandingan tersebut.
“Kami mencoba mencari tahu siapa yang bisa berlari membuka ruang di belakang, siapa yang bisa menahan bola, dan siapa yang bisa bertahan,” ucap Henry.
“Fokus utamanya adalah jangan kehilangan bola. Dalam laga seperti ini, saat Anda kehilangan bola dan permainan mulai merenggang, situasinya akan menjadi terlalu terbuka,” tutur Henry menambahkan.
Henry juga mengakui kondisi cuaca yang lembap menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain, untuk menjaga organisasi permainan menjadi salah satu pesan yang disampaikan kepada timnya.
Meski hanya mendampingi tim dari pinggir lapangan, pencetak gol terbanyak sepanjang massa Meriam London itu, tetap merasakan ketatnya rivalitas Arsenal dan Manchester United.
Ia menegaskan para pemain dari kedua kubu tetap memiliki keinginan kuat untuk meraih kemenangan meskipun pertandingan dikemas dalam format ekshibisi.
“Pada akhirnya, semua orang ingin menang. Semua orang turun ke lapangan dan kami tidak menyerah begitu saja dengan mudah,” kata Henry.
Henry juga mengapresiasi atmosfer yang tercipta di SUGBK. Ia menyebut dukungan suporter Manchester United terdengar dominan pada awal pertandingan, sebelum pendukung Arsenal ikut bergemuruh ketika timnya mulai mencetak gol.
“Sangat luar biasa. Di awal laga, penonton Manchester United sangat mendominasi. Banyak nyanyian terdengar dari tribun mereka, lalu ketika kami mulai mencetak gol, Anda bisa mendengar keriuhan juga dari pihak kami,” ucap Henry.
Selain menikmati atmosfer stadion, Henry merasa lega karena pertandingan berlangsung tanpa cedera serius. Ia pun mengaku senang dapat kembali bertemu dengan rekan-rekan lama dan menyaksikan laga yang mempertemukan para legenda kedua klub.
North London Legends menutup pertandingan dengan kemenangan 3-2 atas Manchester United Legends. Tiga gol tim legenda Arsenal dicetak oleh Emmanuel Adebayor, Santi Cazorla, dan Jermaine Pennant.
Sementara, United Legends membalas melalui gol Ashley Young dan Radamel Falcao.
Pertandingan bertajuk '2026 Champions Impact in Jakarta: The Rivalry Returns' tersebut mempertemukan sejumlah mantan pemain ternama dari kedua klub dalam suasana yang tetap diwarnai rivalitas di lapangan dan antusiasme para suporter di tribun.










