TVRINews, Bali
Pelatih Arema FC Malang Marcos Santos menilai Piala Presiden 2026 menjadi bekal penting bagi timnya dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi Super League (Liga 1) musim 2026/27, meski gagal meraih posisi ketiga usai kalah 1-3 dari Persija Jakarta.
Arema FC harus puas mengakhiri turnamen di posisi keempat setelah takluk dari Persija pada laga perebutan peringkat ketiga yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis, 6 Agustus 2026.
Dalam pertandingan tersebut, Persija mencetak tiga gol melalui Witan Sulaeman pada menit ke-7, Arlyansyah Abdulmanan menit ke-73, dan Victor Dethan menit ke-87. Sementara gol Arema dicetak Salim Tuharea pada menit ke-28.
Marcos menilai timnya tampil baik pada babak pertama dengan mampu menguasai jalannya pertandingan. Namun, kondisi fisik pemain yang menurun pada babak kedua membuat Arema kehilangan kendali permainan.
"Pada babak pertama kami bermain sangat baik. Kami mendominasi pertandingan dan seharusnya bisa menutup babak pertama dalam posisi unggul. Di babak kedua kondisi fisik pemain mulai menurun dan kami tidak ingin mengambil risiko cedera," ujar Marcos, Kamis, 6 Agustus 2026.
Meski kecewa dengan hasil pertandingan, pelatih asal Brasil itu menilai Arema berada di jalur yang tepat dalam proses pembentukan tim. Menurutnya, turnamen pramusim menjadi ajang penting untuk menilai karakter serta kualitas pemain sebelum Liga 1 dimulai.
"Turnamen ini memberi kesempatan bagi kami untuk melihat karakter para pemain, siapa yang benar-benar bisa membantu tim dan siapa yang masih harus berkembang. Kami akan terus mempersiapkan tim agar siap menghadapi Liga 1," kata Marcos.
Marcos mengungkapkan Arema akan melanjutkan program persiapan dengan menggelar dua hingga tiga pertandingan uji coba sebelum kompetisi bergulir pada September mendatang.
Ia juga menekankan pentingnya membangun identitas tim kepada seluruh pemain, terutama para pemain baru.
"Kami ingin semua pemain memahami besarnya nama Arema dan makna lambang Singa yang mereka kenakan. Jika mereka memahami identitas itu, saya yakin kami akan siap menghadapi Liga 1," tutur Marcos.
Menurut Marcos, lima pertandingan yang dijalani di Piala Presiden membantu proses adaptasi pemain baru sekaligus memperlihatkan perkembangan tim dari pertandingan ke pertandingan.
"Kami memang kecewa karena target kami adalah lolos ke final. Namun secara keseluruhan hasil turnamen ini tetap positif. Kami mendapatkan banyak pelajaran dan saya yakin tim ini akan terus berkembang," ucap Marcos.









