
Para pemain Jerman merayakan gol bersama dalam pertandingan sepak bola Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa kontra Slovakia di Leipzig, 17 November 2025. (Xinhua/Ulrich Hufnagel)
Writer: Muhammad Ridwan
TVRINews - Berlin, Jerman
Sebelumnya, Oke Gottlich pertama kali mengemukakan gagasan boikot dalam wawancara dengan sebuah surat kabar lokal pekan lalu.
Presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), Bernd Neuendorf, menepis kemungkinan Jerman melakukan boikot terhadap Piala Dunia 2026. Ia memastikan anak asuh Julian Nagelsmann itu tampil di ajang prestius tersebut.
Isu boikot tersebut sebelumnya mencuat setelah anggota Komite Eksekutif DFB sekaligus Presiden St. Pauli, Oke Gottlich, menyampaikan pandangannya secara terbuka pada akhir pekan lalu. Namun, Neuendorf memberikan respons tegas terhadap wacana tersebut.
Neuendorf menegaskan pernyataan tersebut hanya berasal dari satu individu, meski Gottlich merupakan bagian dari Komite Eksekutif DFB. Ia juga menekankan Gottlich tergolong baru di lingkungan DFB dan seharusnya isu sensitif seperti ini dibahas terlebih dahulu secara internal.
“Saya rasa ini bukan perdebatan besar. Di DFB, kami pada dasarnya sepakat bahwa perdebatan ini sepenuhnya keliru jika dibahas saat ini,” kata Neuendorf dikutip Inside World Football.
“Sayangnya, dia terlalu cepat mengangkat topik ini ke publik. Kami memang akan membahasnya di Komite Eksekutif pekan ini, tetapi dari semua yang saya dengar dan berdasarkan pandangan pribadi saya, jelas bahwa perdebatan ini tidak tepat waktu dan tidak relevan bagi kami,” Neuendorf menambahkan.
Kebijakan dan langkah-langkah pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump disebut telah meningkatkan ketegangan dengan Eropa. Kondisi ini memicu seruan dari sejumlah pihak untuk mempertimbangkan boikot terhadap Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Trump juga sempat mengancam akan mengambil alih Greenland, wilayah milik Denmark, serta mengisyaratkan rencana untuk mencaplok Kanada yang juga menjadi salah satu tuan rumah. Di sisi lain, tindakan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) turut menciptakan iklim ketakutan di sejumlah negara bagian.
Saat ini, pemerintah Jerman mengeluarkan imbauan perjalanan resmi yang meminta warganya untuk lebih berhati-hati saat bepergian ke Amerika Serikat. Meski demikian, Neuendorf menilai situasi tersebut tidak menjadi masalah besar.
“Itu adalah keputusan yang harus diambil setiap suporter secara pribadi. Jerman termasuk salah satu negara dengan pembelian tiket terbanyak. Ini menunjukkan minat besar dari suporter Jerman untuk menyaksikan turnamen ini secara langsung,” ucapnya.
Neuendorf menyampaikan setiap individu dapat menilai situasi dengan dukungan informasi dari pemerintah Jerman. Hal ini bisa menjadi acuan pemahaman paling akurat terhadap kondisi di lapangan.
“Kami di DFB saat ini fokus mempersiapkan turnamen, baik dari sisi olahraga maupun organisasi. Adapun situasi politik global yang terjadi sekarang merupakan ranah para politisi untuk dievaluasi, sebelum akhirnya dikeluarkan rekomendasi bagi masyarakat yang ingin bepergian ke Amerika Serikat,” tuturnya.
Sebelumnya, Gottlich pertama kali mengemukakan gagasan boikot dalam wawancara dengan sebuah surat kabar lokal pekan lalu. Ia kembali menegaskan pandangannya saat berbicara kepada Sportschau.
“Secara pribadi, saya menyarankan untuk tidak pergi, mengingat situasi terkini di negara tersebut. Dan ini bukan soal FC St. Pauli atau Oke Gottlich yang berpolitik. Justru Gianni Infantino dan Donald Trump yang berpolitik, karena mereka sudah mempertontonkan aksi propaganda melalui Nobel Perdamaian,” ujar Gottlich.
Editor: Muhammad Ridwan
