TVRINews – Lombok, NTB
Pebalap debutan LCR Honda tersebut mengenakan helm bermotif Batik Parang dan Barong Bali sebagai bentuk penghormatan khusus bagi Sirkuit Mandalika yang menyimpan sejarah penting dalam kariernya.
Nuansa budaya Nusantara menghiasi lintasan Pertamina Grand Prix of Indonesia akhir pekan ini. Pebalap debutan kelas utama dari tim LCR Honda, Diogo Moreira, tampil dengan helm bernuansa batik yang memadukan unsur tradisional Indonesia dengan identitas balap modern.
Melalui dokumentasi resmi yang dibagikan oleh tim LCR, pelindung kepala yang dikenakan pebalap asal Brasil tersebut menampilkan detail motif Batik Parang yang dipadukan dengan ilustrasi bunga berwarna merah muda dan merah pada sisi kiri serta kanan. Sementara itu, bagian belakang helm dihiasi ilustrasi Barong Bali, lengkap dengan nama serta nomor balap khasnya yang bernuansa merah dan putih.
Pemilihan desain tersebut bukan tanpa dasar. Bagi Moreira, Sirkuit Internasional Mandalika di Pulau Lombok memiliki nilai historis yang mendalam dalam perjalanan karier balap internasionalnya. Ia tercatat sebagai satu-satunya pebalap di grid kelas utama musim ini yang pernah merasakan dua kali kemenangan di sirkuit tersebut pada kelas berbeda.
Pada musim 2023, pebalap bernomor lambung 11 itu mengamankan podium tertinggi pertamanya di Kejuaraan Dunia saat berlaga di kelas Moto3 Mandalika. Capaian tersebut kembali ia ulangi pada musim 2025 dengan meraih kemenangan di kelas Moto2.
"Grand Prix Indonesia memiliki arti yang sangat mendalam bagi Diogo Moreira. Di lintasan inilah ia mencatatkan kemenangan perdana kejuaraan dunia di Moto3 dan kembali menduduki podium tertinggi pada kelas Moto2. Keputusan mengenakan helm khusus ini merupakan bentuk apresiasi terhadap tempat yang menjadi saksi penting perjalanan kariernya," demikian keterangan resmi dari pihak tim LCR dikutip sabtu 10 Oktober 2026.
Kehadiran desain khusus ini tidak hanya memperkaya estetika balapan di Mandalika, tetapi juga menjadi jembatan kultural yang mempertemukan olahraga otomotif internasional dengan kekayaan warisan budaya Indonesia di panggung dunia.










