
Kemenpora dan KONI Matangkan Format Baru PON
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mulai mengerucutkan arah baru penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON).
Dalam pertemuan antara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dan Ketua KONI Pusat Marciano Norman, kedua pihak sepakat bahwa PON ke depan akan dipusatkan pada cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade.
Erick menegaskan dunia olahraga nasional tidak bisa bekerja dalam sekat lembaga. Ia menyebut seluruh pemangku kepentingan harus bergerak dalam satu kesatuan karena agenda nasional harus bersambung dengan agenda internasional.
“Tidak mungkin ada pembagian ranah. Kita satu keluarga besar. Cabor tidak bisa hanya berdiri di KOI (Komite Olimpiade Indonesia) atau hanya di KONI sementara Kemenpora dicueki. Pendanaannya dari pemerintah, jadi semuanya harus diselaraskan,” kata Erick kepada wartawan termasuk tvrinews.com di Gedung KONI, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2025.
Ia menjelaskan bdalam pembahasan awal ini, salah satu isu utama yang muncul adalah pembenahan PON. Terobosan yang disampaikan KONI dianggap sejalan dengan arah pemerintah, termasuk rencana agar pelaksanaan PON hanya mencakup cabang olahraga Olimpiade.
Namun, langkah ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai posisi cabang olahraga non-Olimpiade. Menurut Erick, KONI telah menyiapkan ruang khusus agar cabor tersebut tetap memiliki panggung.
“Bagaimana dengan cabor yang lain? Tadi disampaikan akan ada Pekan Olahraga Pendamping. Jadi bukan dihapus, tapi ditata. PON fokus pada Olympic sport, lalu ada ajang pendamping untuk cabor lain,” ujar Erick.
Rencana penyelenggaraan olahraga multi-event makin berlapis. Setelah PON 2028 di NTT–NTB yang akan fokus pada cabor Olimpiade, sejumlah PON pendamping juga disiapkan, seperti PON Bela Diri 2025 di Kudus, PON Pantai 2026 di Jakarta, dan PON Indoor serta PON Remaja pada 2027.
Selanjutnya, Erick menegaskan pertemuan ini baru langkah awal. Pemerintah, KONI, dan Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) akan membentuk tim khusus untuk merapikan aturan, mengurai persoalan, dan memastikan seluruh ekosistem olahraga memiliki ruang pembinaan yang jelas.
“Pertemuan satu jam belum menyelesaikan semua. Kita akan buka semua masalah dan cari solusinya bersama. PON dan ajang pendamping harus bergerak dalam satu pola besar pembinaan olahraga nasional,” tutur Erick.
Editor: Redaksi TVRINews
