TVRINews, Paris
Ganda putri Indonesia Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi melaju ke babak 16 besar French Open 2026 setelah mengalahkan rekan senegaranya, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, di Arena Grand Paris, Selasa, 20 Oktober 2026.
Fadia/Tiwi meraih kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-14 atas pasangan yang berstatus unggulan ketujuh tersebut. Kemenangan ini terasa istimewa sekaligus emosional karena kedua pasangan sudah saling mengenal pola permainan masing-masing.
Fadia mengaku senang bisa memenangi pertandingan, meski menyayangkan harus berhadapan dengan rekan sendiri pada babak pertama. Menurutnya, pertandingan ditentukan oleh kesiapan masing-masing pasangan di lapangan.
“Senang bisa menang, tapi sangat disayangkan harus ketemu teman sendiri di babak pertama. Kami sudah tahu pola permainan masing-masing, di latihan pun selalu ramai, menang-kalah hasilnya termasuk dengan Rachel/Febi. Jadi tadi siapa yang lebih siap, dia yang akan bisa menang,” kata Fadia dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Selasa, 20 Oktober 2026.
Pertandingan berlangsung ketat pada gim pertama. Fadia/Tiwi sempat tertinggal 14-19, tetapi mampu bangkit dan merebut tujuh poin beruntun untuk mengamankan gim pembuka.
Fadia mengatakan mereka tidak melakukan perubahan strategi saat tertinggal. Keduanya memilih saling mengingatkan, menjaga komunikasi, dan meningkatkan kepercayaan diri.
“Tadi kami sempat tertinggal 14-19 di gim pertama, tapi kami bisa meraih tujuh poin beruntun. Tidak ada yang diubah, kami coba lebih mengingatkan dan meyakinkan satu sama lain saja serta lebih percaya diri. Jaga komunikasi dan berikan yang terbaik,” ujar Fadia.
Ia juga mengakui sempat merasakan tekanan pada awal pertandingan karena hasil kurang memuaskan di sejumlah turnamen sebelumnya.
Sementara, Tiwi menilai keunggulan pada gim pertama membuat mereka tampil lebih yakin dan lepas pada gim kedua. Mereka juga berusaha mempertahankan pola permainan yang terbukti menghasilkan poin.
“Setelah unggul di gim pertama, lebih yakin dan lebih lepas pasti ya. Tapi pelajaran di gim pertama kami jadi tahu kami dapat poin dari cara yang seperti apa dan itu diteruskan di gim kedua,” ucap Tiwi.
Tiwi turut mengakui pertandingan tersebut terasa berbeda karena harus menghadapi Ana, yang pernah menjadi pasangan bermainnya dalam waktu cukup lama.
“Rasanya memang cukup aneh akhirnya melawan Ana di pertandingan kompetitif setelah sebelumnya kami berpasangan sangat lama. Kami sama-sama mau menang pastinya,” tutur Tiwi.
Pada babak 16 besar, Fadia/Tiwi akan menghadapi wakil Taiwan, Lin Chih-chun/Yang Chu-yun.










