
Foto: FIFA
Penulis: Fityan
TVRINews – Monchengladbach
Gelandang Borussia Monchengladbach Resmi Perkuat Timnas Korea Selatan
Jens Castrop mencatatkan sejarah baru dalam sepak bola Korea Selatan. Pemain kelahiran Jerman ini resmi mengalihkan loyalitas internasionalnya dan menjadi pemain pria keturunan campuran kedua yang membela Taegeuk Warriors.
Lahir dari ayah berkebangsaan Jerman dan ibu asal Korea, Castrop sebelumnya merupakan langganan tim nasional muda Jerman.
Namun, setelah proses diskusi panjang yang dimulai sejak era kepelatihan Jurgen Klinsmann hingga dilanjutkan oleh Hong Myungbo, gelandang Borussia Monchengladbach ini akhirnya memilih untuk mewakili tanah kelahiran ibunya.
"Tumbuh besar, saya selalu tahu bahwa saya bukan sekadar orang Jerman biasa seperti teman-teman sekelas saya," ujar Castrop dalam wawancara eksklusif bersama FIFA yang diterbitkan pada 13 Maret 2026.
"Saya selalu tahu bahwa saya setidaknya setengah Korea. Itu adalah bagian dari karakter yang Anda rasakan setiap hari."
Adaptasi dan Peran di Lapangan

Castrop melakukan debutnya pada tahun 2025 dalam kemenangan 2-0 Korea atas Amerika Serikat di New Jersey. Sejak saat itu, ia telah mencatatkan enam penampilan, mayoritas berperan sebagai gelandang jangkar.
Fleksibilitasnya menjadi nilai tambah bagi pelatih Hong Myungbo. Di Bundesliga musim ini, Castrop tidak hanya bermain di lini tengah, tetapi juga dipercaya mengisi posisi wing-back.
Ia menilai gaya permainannya yang agresif dalam membawa bola ke depan memberikan dimensi baru bagi tim nasional.
"Gaya saya sedikit berbeda dari kebanyakan gelandang atau bek sayap. Saya mampu membawa bola ke depan dan membangun serangan, namun tetap disiplin dalam bertahan," jelasnya.
Mendobrak Batasan Budaya

Kehadiran Castrop diharapkan dapat mempercepat normalisasi keberagaman budaya dalam ekosistem sepak bola Korea Selatan.
Meski mengakui tantangan tersebut cukup besar, pemain yang sedang giat mempelajari bahasa Korea ini berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaiknya.
Mengenai peluang tampil di Piala Dunia, Castrop memilih untuk tetap membumi namun penuh ambisi.
"Itu akan sangat berarti bagi saya. Saya hanya ingin memberikan cinta kepada semua orang yang mendukung saya, terutama warga Korea yang merasakan situasi serupa dengan saya," tutupnya.
Editor: Redaktur TVRINews
