TVRINews, Jakarta
Legenda Manchester United Dwight Yorke menyebut faktor usia menjadi perbedaan terbesar yang dirasakan mantan pemain ketika kembali merumput dalam pertandingan persahabatan.
Meski tidak lagi memiliki kemampuan fisik seperti saat masih aktif, ia menilai pertandingan tetap berlangsung kompetitif karena para pemain berusaha memberikan kemampuan terbaik.
Saat ditanya mengenai perbedaan sepak bola pada era bermainnya dengan sepak bola saat ini,
Pemenang Liga Champions Eropa musim 1998/99 itu menjelaskan kondisi fisik menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain yang telah pensiun.
“Perbedaan terbesarnya, seperti yang disinggung Thierry, adalah faktor usia kami saat ini. Sayangnya, kami sudah tidak bisa bergerak sebebas dulu dan melakukan hal-hal yang dulunya terasa alami bagi kami,” ujar Yorke kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Minggu, 11 Oktober 2026.
Penyerang asal Trinidad dan Tobago itu mengatakan pengalaman bermain di level elite membuat seorang pemain terkadang masih merasa mampu melakukan gerakan dan aksi seperti pada masa jayanya. Namun, kemampuan fisik tidak selalu dapat mengikuti keinginan tersebut.
“Otak Anda berpikir Anda masih mampu, tetapi kaki Anda menolaknya,” kata Yorke.
Yorke juga berseloroh bahwa dirinya beberapa tahun lebih tua dibandingkan legenda Arsenal, Thierry Henry, yang turut hadir dalam acara tersebut.
Meski demikian, ia menegaskan pertandingan para legenda tetap memiliki intensitas tinggi. Para pemain tidak sekadar bernostalgia, tetapi juga berusaha mengeluarkan kemampuan maksimal ketika berada di lapangan.
Menurutnya, upaya tersebut membuat pertandingan tetap kompetitif, meskipun kondisi fisik para pemain sudah tidak sama seperti ketika mereka masih berkarier sebagai pesepak bola profesional.
“Pertandingannya tetap kompetitif. Para pemain turun ke lapangan dan benar-benar berusaha memacu diri mereka hingga batas maksimal. Itulah mengapa beberapa dari mereka sempat mengalami cedera di laga tadi,” ucap Yorke.
Dalam pertandingan tersebut, North London Legends berhasil mengalahkan United Legends dengan skor 3-2.
Tiga gol tim legenda Arsenal dicetak Emmanuel Adebayor, Santi Cazorla, dan Jermaine Pennant, sedangkan United Legends membalas melalui Ashley Young dan Radamel Falcao.










