
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Horsens
Indonesia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melawan Thailand pada lanjutan fase grup D Piala Thomas 2026 di Horsens, Denmark, Minggu, 26 April 2026.
Kepastian itu didapat setelah pasangan ganda putra Fajar Alfian/Nikolaus Joaquin memenangi partai keempat.
Sebelumnya, Indonesia sempat tertinggal setelah Jonatan Christie kalah dari Kunlavut Vitidsarn, lalu disamakan oleh kemenangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.
Tailan kembali unggul lewat kemenangan Panitchapon Teeraratsakul atas Alwi Farhan sebelum Fajar/Joaquin memaksa skor kembali imbang.
Fajar/Joaquin menang dramatis atas Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul melalui rubber game 19-21, 21-17, 25-23 dalam laga yang berlangsung ketat dan penuh tekanan.
Fajar bersyukur bisa menyumbang poin penting untuk tim sekaligus menyamakan kedudukan.
“Syukur alhamdulillah bisa mengambil poin dari lawan, menyamakan kedudukan. Partai yang sangat ramai, seru dan juga luar biasa rasanya bisa berpasangan dengan Joaquin. Ini strategi pelatih dan kami bersyukur bisa menjalankan tugas dengan baik,” ujar Fajar dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Minggu, 26 April 2026.
Ia mengakui sempat merasakan tekanan saat masuk lapangan, mengingat Indonesia dalam posisi tertinggal.
“Masuk lapangan sempat tegang juga karena tim tertinggal 1-2. Tapi bagaimana kami mencoba rileks, mencoba enjoy di dalam lapangan. Di gim pertama masih adaptasi, masih belum klop permainannya tapi di gim kedua kami mencoba komunikasi dengan baik dan akhirnya bisa menerapkan strategi yang diinginkan,” ucap Fajar.
Fajar juga menyoroti beberapa keputusan service judge yang dinilai cukup mengganggu jalannya pertandingan.
“Saya sempat terlintas kekalahan dari pasangan Thailand ini saat masih berpasangan dengan Rian, itu terjadi di Piala Thomas juga. Cukup kesal dengan keputusan-keputusan service judge tapi bukan hanya untuk kami tapi juga untuk pasangan Thailand saya rasa,” kata Fajar.
Sementara itu, Joaquin menyebut pertandingan tersebut menjadi pengalaman berharga dalam kariernya.
“Tadi kami di gim ketiga sudah memimpin jauh dan saya rasa sudah cukup fokus, tidak ingin terkejar poinnya. Namun lawan bermain sangat all out, tidak mau menyerah. Beberapa kali juga, mungkin total enam kali di-fault servis saya dan a Fajar. Cukup mengganggu tapi kami coba tidak memikirkan itu, fokus cari satu poin demi satu poin lagi,” tutur Joaquin.
Ia juga mengaku senang bisa tampil di Piala Thomas bersama pasangan senior.
“Ini jadi pengalaman berharga untuk saya. Senang sekali di Piala Thomas bisa berpasangan dengan a Fajar lalu di kursi pelatih ada koh Anton dan koh Hendra. Saya banyak mendapat ilmu,” kata Joaquin.
Laga penentuan akan dimainkan oleh tunggal putra ketiga Moh Zaki Ubaidillah yang akan menghadapi Tanawat Yimjit untuk menentukan hasil akhir pertandingan Indonesia melawan Thailand.
Editor: Redaktur TVRINews
