TVRINews, Budapest
Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mempertahankan gelar Liga Champions Eropa 2025/26 setelah menundukkan Arsenal melalui drama adu penalti dengan skor 4-3.
Kepastian tersebut diraih setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu dalam laga final yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Minggu, 31 Mei 2026.
Arsenal tampil impresif sejak awal pertandingan. Tim asuhan Mikel Arteta langsung membuka keunggulan saat laga baru berjalan enam menit. Gol bermula dari kesalahan antisipasi Marquinhos yang sapuannya membentur Leandro Trossard sehingga bola justru mengarah ke area pertahanan PSG.
Kai Havertz yang berada dalam posisi menguntungkan berhasil memanfaatkan situasi tersebut. Penyerang asal Jerman itu sukses memenangkan duel satu lawan satu dengan kiper PSG, Matvey Safonov, sebelum melepaskan tembakan keras yang bersarang di gawang PSG. Arsenal pun unggul 1-0.
Tertinggal satu gol membuat PSG meningkatkan intensitas serangan. Tim besutan Luis Enrique mulai mendominasi penguasaan bola dan memaksa Arsenal bermain lebih dalam. Meski demikian, rapatnya pertahanan Arsenal membuat PSG kesulitan menciptakan peluang berbahaya sepanjang babak pertama.
Hingga turun minum, Arsenal mampu mempertahankan keunggulan 1-0 berkat disiplin permainan lini belakang yang mampu meredam sejumlah upaya serangan dari juara bertahan Liga Champions tersebut.
Memasuki babak kedua, PSG tampil semakin agresif. Kecepatan dan mobilitas Ousmane Dembele, Desire Doue, serta Khvicha Kvaratskhelia terus memberikan tekanan kepada lini pertahanan Arsenal.
Usaha PSG akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-64. Kvaratskhelia dijatuhkan Cristhian Mosquera di dalam kotak penalti sehingga wasit menunjuk titik putih. Dembele yang dipercaya menjadi eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Sepakannya berhasil mengecoh David Raya dan membuat skor berubah menjadi 1-1.
Gol penyeimbang itu semakin meningkatkan kepercayaan diri PSG. Les Parisiens terus menekan dan beberapa kali mengancam pertahanan Arsenal.
Salah satu peluang terbaik datang pada menit ke-78 ketika Kvaratskhelia melakukan penetrasi cepat dari sisi kanan sebelum melepaskan tembakan yang sempat mengenai Myles Lewis-Skelly. Bola kemudian hanya membentur tiang gawang dan gagal menghasilkan gol.
PSG kembali memperoleh kesempatan emas menjelang akhir pertandingan. Bradley Barcola berhasil lolos melalui serangan balik cepat dan berhadapan langsung dengan Raya. Namun penyelesaian akhirnya masih belum sempurna setelah bola melambung di atas mistar gawang Arsenal.
Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Pada 30 menit tambahan, kedua tim bermain lebih berhati-hati. Arsenal maupun PSG terlihat tidak ingin melakukan kesalahan yang dapat berakibat fatal. Pertarungan lebih banyak terjadi di sektor tengah lapangan dan peluang bersih yang tercipta pun sangat minim.
Karena tidak ada gol tambahan hingga peluit panjang babak perpanjangan waktu dibunyikan, penentuan juara Liga Champions Eropa musim ini harus dilakukan melalui adu penalti.
PSG memulai adu penalti dengan baik melalui Goncalo Ramos dan Desire Doue yang sukses menjalankan tugasnya. Meski tendangan Nuno Mendes berhasil ditepis David Raya, Achraf Hakimi dan Lucas Beraldo mampu mencetak gol untuk memastikan empat penalti PSG berbuah gol.
Di kubu Arsenal, Viktor Gyokeres, Declan Rice, dan Gabriel Martinelli berhasil mencetak gol. Namun Eberechi Eze gagal setelah tendangannya melebar, sementara eksekusi Gabriel Magalhaes melambung di atas mistar gawang.
PSG akhirnya memenangkan adu penalti dengan skor 4-3 dan memastikan diri kembali mengangkat trofi Liga Champions Eropa.
Gelar tersebut menjadi trofi Liga Champions kedua secara beruntun bagi klub asal Prancis itu. Setahun sebelumnya, mereka juga sukses mengalahkan Inter Milan di partai puncak dengan skor telak 5-0.










