
Foto: Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi (Dok. TVRINews.com/Mukhamad Fakhtur Rozaq)
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Ganda putri Indonesia Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi memulai langkah mereka di Indonesia Masters 2026 dengan hasil positif.
Tampil di Istora Senayan, Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026, Fadia/Tiwi sukses menyingkirkan wakil Thailand Ornnicha Jongsathapornparn/Sukitta Suwwchai pada laga babak pertama.
Foto: Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi (Dok. TVRINews.com/Mukhamad Fakhtur Rozaq)
Bagi Fadia/Tiwi, pertandingan ini menjadi salah satu penanda awal perjalanan mereka sebagai pasangan yang kembali dipasangkan. Meski sempat bermain di Piala Sudirman, Indonesia Masters menjadi turnamen pertama mereka bersama di tahun 2026.
“Untuk pasangan debut ya, meskipun sebenarnya sudah pernah di Sudirman kemarin, tapi ini baru pertama kali kita bertanding lagi di tahun ini. Cukup senang dengan hasil hari ini,” kata Fadia kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Selasa, 20 Januari 2026.
Fadia mengakui adaptasi terhadap kondisi lapangan menjadi tantangan di awal pertandingan. Perbedaan arah angin di Istora membuat mereka perlu waktu untuk menyesuaikan permainan.
“Karena ada perbedaan kondisi angin, jadi awal-awal itu sempat menyesuaikan kondisi lapangan dulu,” ujar Fadia.
Soal rotasi permainan, Fadia menyebut belum ada kendala berarti. Namun, sebagai pasangan baru, penyesuaian tetap dibutuhkan.
Foto: Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi (Dok. TVRINews.com/Mukhamad Fakhtur Rozaq)
“Kalau kesulitan sih tidak ya, karena kita latihan bareng setiap hari. Cuma kalau pertandingan, sama partner lama kan sudah tahu kebiasaan masing-masing. Sama Tiwi ini masih menyesuaikan saja di lapangan,” ucap Fadia. Hal itu diamini Tiwi yang menilai adaptasi utama masih seputar rotasi.
Dari sisi komunikasi, keduanya merasa tidak menemui masalah.
“Soal komunikasi aman sih,” tutur Fadia, yang langsung dibenarkan oleh Tiwi.
Terkait ekspektasi sebagai pasangan, Fadia memilih bersikap realistis. Target juara tetap ada, namun mereka ingin fokus menikmati proses.
“Pastinya targetnya juga juara. Cuma karena mau juara itu ada prosesnya, kita coba nikmati prosesnya saja,” ujar Fadia.
Fadia juga menyinggung kebijakan bongkar pasang pasangan di sektor ganda putri yang saat ini sedang dijalankan pelatih. Menurutnya, pasangan ini kemungkinan akan terus dijalani untuk sementara waktu.
“Di ganda putri sekarang ada empat pasangan baru semua. Pelatih memberikan kesempatan yang sama, jadi kita manfaatkan saja apa yang ada sekarang,” ucap Fadia.
Soal kelebihan partner, Fadia menyebut Tiwi memiliki kekuatan dan power yang melengkapi gaya bermainnya.
“Tiwi kuat, power-nya ada. Karena aku tidak terlalu punya power, jadi butuh pemain yang kuat. Ganda putri mainnya panjang, butuh ketahanan,” tutur Fadia.
Sementara itu, Tiwi merasa berpartner dengan Fadia menjadi kesempatan besar dalam kariernya.
“Pengalamannya jauh di atas saya. Di depan dia seperti wiper, sangat cepat, kuat, dan tahan,” kata Tiwi.
Untuk target di Indonesia Masters, keduanya sepakat tidak ingin terbebani.
“Juara itu bonus. Kita lihat prosesnya dulu,” ucap Fadia.
Tiwi menambahkan mereka ingin melihat sejauh mana level permainan mereka sebagai pasangan baru.
Baca juga: Indonesia Masters 2026: Leo/Bagas Menang, Ganda Putra Pastikan Duel Sesama Wakil Tuan Rumah
Di babak 16 besar, Fadia/Tiwi kembali akan menghadapi wakil Thailand, Napapakorn Tungkasatan/Hathaitip Mijad.
Laga ini patut diwaspadai setelah pasangan Thailand tersebut secara mengejutkan menyingkirkan unggulan kedua asal Taiwan, Hsu Yin Hui/Lin Jhih Yun, dua gim langsung dengan skor 23-21, 21-15.
Editor: Redaktur TVRINews

Foto: Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi (Dok. TVRINews.com/Mukhamad Fakhtur Rozaq)
Foto: Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi (Dok. TVRINews.com/Mukhamad Fakhtur Rozaq)