
Legenda sepak bola nasional sekaligus mantan pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti
Penulis: Harry Saktiono
TVRINews, Lamongan
Legenda sepak bola nasional sekaligus mantan pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti, menyatakan dukungan penuh terhadap TVRI sebagai pemegang hak siar resmi Piala Dunia 2026. Ia berharap kehadiran ajang sepak bola terbesar dunia itu di layar TVRI dapat mendorong semangat perkembangan sepak bola nasional.
Saat ditemui di sela aktivitasnya melatih Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Bima mengajak masyarakat untuk menyaksikan siaran Piala Dunia melalui TVRI Nasional dan TVRI Sport. Ia menilai, tayangan tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan memiliki nilai lebih bagi perkembangan sepak bola di Tanah Air.
“Tayangan piala dunia bukan sekedar tayangan hiburan, tetapi lebih dari itu, meyaksikan aksi pemain kelas dunia di layer kaca akan menjadi inspirasi dan pemantik semagat bagi generasi muda sepakbola Indonesia,” ujar Bima
Menurutnya, ada hal menarik dalam penyelenggaraan Piala Dunia kali ini, terutama terkait waktu siaran. Jika sebelumnya pertandingan banyak disaksikan pada malam hingga dini hari, edisi kali ini justru menghadirkan banyak laga di waktu pagi.
Bima menilai perubahan ini menjadi pengalaman baru bagi masyarakat, karena pertandingan dapat dinikmati dalam suasana yang berbeda. Selain itu, ia juga berharap TVRI mampu menghadirkan kualitas siaran yang semakin baik sebagai lembaga penyiaran publik.
Dengan jangkauan siaran yang luas hingga ke pelosok daerah, Bima optimistis euforia Piala Dunia 2026 akan dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
“Saya yakin dengan jangkauan siaran TVRI di seluruh pelosok daerah, pecinta bola tanah air akan senang bisa menyaksikan tayangan dengan gratis melalui kanal resmi TVRI,“ tambahnya
Dukungan dari Bima Sakti semakin memperkuat peran TVRI dalam menghadirkan tayangan olahraga berkualitas yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Kehadiran Piala Dunia 2026 diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memicu lahirnya generasi pesepak bola baru di Indonesia.
Editor: Redaktur TVRINews
