
Penulis: Riki Ilham Rafles
TVRINews - London, Inggris
Timnas Inggris butuh meningkatkan interaksi dan komunikasi dalam tim agar bisa mencapai kesuksesan di Piala Dunia 2026.
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel mengatakan tim besutannya butuh keterampilan sosial untuk sukses di Piala Dunia 2026. Interaksi dan komunikasi antarpemain mesti ditingkatkan, bahkan di luar lapangan sekalipun.
Saling mendukung satu sama lain perlu dilakukan oleh para pemain, karena bisa menjadi salah satu faktor pendukung mereka bisa melaju sejauh mungkin di Piala Dunia 2026. Tuchel memiliki alasan kuat mengatakan hal ini.
"Ketika saya berbicara dengan para pemain yang pernah bermain di Piala Dunia, selalu ada perbedaan ketika koneksi terjain dengan benar, ketika komunikasi terjalin dengan benar," kata Thomas Tuchel, dikutip dari ESPN.
"Jadi, ketika para pemain merasa bahwa dia berada di tim yang tepat, bahwa mereka tahu peran mereka dalam tim, mengapa mereka berada di kamp latihan, apa yang diharapkan dari mereka, maka mereka berhasil," imbuhnya.
Karena hal ini pula, Tuchel mengaku akan lebih selektif dalam memilih pemain untuk Piala Dunia 2026. Juru taktik asal Jerman itu ingin tim besutannya solid dengan saling mendukung satu sama lain.
"Bagaimana kemampuan sosial seorang pemain, apakah dia rekan satu tim yang baik? Dapatkan dia mendukung jika perannya mungkin peran pendukung? Jadi, di sinilah fokusnya," tuturnya.
Ketika tampil di turnamen internasional besar, Inggris kerap mendapat sorotan dalam urusan kekompakan. Banyak berita miring beredar dengan menyebutkan ada masalah dalam tim yang membuat performa tak maksimal.
Bahkan di era Gareth Southgate menjadi pelatih dan disebut mampu membuat tim kompak, terjadi perselisihan yang menghebohkan. Ben White meninggalkan skuad Piala Dunia 2022 karena berselisih dengan Steve Holland yang menjabat sebagai asisten pelatih.
Isu yang beredar, White tidak berhasil untuk menyatu dengan rekan-rekan setimnya. Situasi tersebut membuatnya menjadi tidak nyaman menjalani keseharian bersama tim.
Puncaknya, bek asal klub Arsenal itu berselisih paham dengan Holland ketika latihan berlangsung. Ketegangan antara keduanya terjadi di hadapan para pemain lain.
Setelah insiden tersebut, White memilih meninggalkan Qatar dan kembali ke Inggris. Federasi Sepak Bola Inggris (FA) coba menepis isu perselisihan dengan mengatakan sang pemain keluar dari tim karena masalah keluarga.
Editor: Redaktur TVRINews
