
Ilustrasi pertandingan Piala Dunia 1954
Penulis: Riki Ilham Rafles
TVRINews - Jakarta
Piala Dunia 1954 dilangsungkan di Swis dengan format baru. FIFA mengembalikan babak gugur setelah empat tahun sebelumnya di Brasil dihapuskan.
Ke-16 tim yang lolos ke Piala Dunia 1954 dibagi ke dalam empat grup. Setiap grup ditempati masing-masing dua tim unggulan dan non-unggulan.
FIFA sudah menetapkan siapa saja tim unggulan sebelum kualifikasi dilakukan. Mereka adalah Austria, Brasil, Inggris, Prancis, Hungaria, Italia, Spanyol, dan Uruguai.
Akan tetapi, Spanyol gagal lolos ke Piala Dunia 1954 setelah dikalahkan oleh Turki. Hasil tersebut menimbulkan polemik, karena komposisi tim unggulan dan non-unggulan jadi timpang.
Karena skenario awal untuk turnamen ini harus tetap berjalan, FIFA kemudian memutuskan untuk mengalihkan status unggulan Spanyol kepada Turki.
Fase grup hanya memainkan empat pertandingan, di mana tim unggulan bertemu non-unggulan. Tapi, ketika ada dua tim yang memiliki poin sama dalam perebutan tiket ke babak gugur, akan ditentukan lewat play-off.
Piala Dunia 1954 sudah menerapkan waktu tambahan di fase grup. Hasil imbang baru diakui jika kedua tim masih sama kuat setelah melalui 120 menit pertandingan.
Kejutan Awal
Brasil dan Prancis menjadi tim unggulan di Grup 1. Mereka mendapat tantangan dari Yugoslavia dan Meksiko.
Yugoslavia memberi kejutan karena di awal mampu mengalahkan Prancis dengan skor 1-0. Mereka juga sukses memaksa Brasil main imbang 1-1.
Pada akhirnya Brasil menjadi pemuncak klasemen Grup 1 dengan raihan tiga angka. Yugoslavia yang juga membukukan jumlah poin sama, tapi kalah selisih gol ada di urutan kedua.
Hungaria dan Turki menempati slot tim unggulan di Grup 2. Sementara dua tim lagi, Jerman Barat dan Korea Selatan berstatus non-unggulan.
Jerman Barat dan Turki yang sama-sama mengoleksi dua poin harus berhadapan di play-off untuk menentukan pendamping Hungaria di babak gugur. Jerman Barat yang dilatih oleh Sepp Herberger memenangi pertandingan dengan skor 7-2.
Tim unggulan di Grup 3, Uruguai dan Austria tidak menemui hambatan di fase awal ini. Mereka berhasil lolos ke babak gugur dengan dua kemenangan atas Ceko dan tim debutan Skotlandia.
Italia yang menjadi tim unggulan di Grup 4 harus menelan pil pahit. Langkah mereka terhenti setelah kalah dengan skor 1-4 dari tuan rumah Swis di pertandingan play-off.
Inggris yang menyandang status tim unggulan berhasil menjadi pemuncak klasemen Grup 4. Mereka main imbang 4-4 menghadapi Belgia, dan menang dua gol tanpa balas atas Swis.
Rekor yang Terus Bertahan
Perempat final Piala Dunia 1954 menghadirkan duel-duel legendaris. Ada Austria vs Swis yang dikenal dengan nama "The heat battle of Lausanne", karena digelar saat suhu mencapai 40 derajat celsius.
Duel ini memunculkan rekor Piala Dunia. Dengan kemenangan 7-5 Austria atas Swis, belum ada lagi pertandingan di edisi-edisi selanjutnya yang mampu melahirkan 12 gol.
Pertemuan Hungaria vs Brasil di perempat final Piala Dunia 1954 diberi nama "The Battle of Berne". Duel ini menghadirkan drama yang dikenang sampai sekarang karena berlangsung sengit.
Kartu merah keluar dari saku wasit untuk pemain Hungaria, Jozsef Bozsik, serta dua pemain Brasil, Nilton Santos dan Humberto, menjadi gambaran betapa panasnya pertemuan kedua tim. Bahkan setelah pertandingan usai dan Hungaria dinyatakan sebagai pemenang dengan skor 4-2, keributan antartim kembali berlanjut di ruang ganti.
Jerman Barat Sang Kuda Hitam
Jerman Barat menjadi kejutan di Piala Dunia 1954. Dari awalnya berstatus non-unggulan, tapi pada akhirnya mereka berhasil menggondol gelar juara.
Lolos ke perempat final sebagai runner up Grup 2, mereka berhadapan dengan runner up Grup 1, Yugoslavia yang juga berstatus non-unggulan dan berhasil menang 2-0. Jerman Barat ke semifinal untuk menantang Austria.
Duel sengit justru terjadi pada laga semifinal lain. Uruguai melaju ke semifinal untuk menantang Hungaria setelah menang dengan skor meyakinkan 4-2 atas Inggris.
Ini adalah duel dua tim unggulan. Uruguai berstatus sebagai juara bertahan Piala Dunia 1950, sementara Hungaria datang dengan skuad bertabur bintang dan status peraih medali emas Olimpiade 1952.
Jerman Barat melanjutkan kisah manisnya di Piala Dunia 1954 setelah menang 6-1 atas Austria. Lawan yang dihadapi adalah Hungaria yang harus berjuang sampai tambahan waktu untuk menang 4-2 atas Uruguai.
Hungaria jelas lebih dijagokan untuk menjadi juara karena pada pertemuan di fase grup berhasil menang 8-3 atas Jerman Barat. Akan tetapi, prediksi banyak orang itu terpatahkan.
Jerman Barat tampil dengan solid di partai puncak. Satu gol dari Maximilian Morlock dan dua lagi sumbangan dari Helmut Rahn membawa mereka menang 3-2 atas Hungaria.
Ini adalah prestasi luar biasa. Karena untuk pertama kalinya Jerman Barat mencatatkan diri sebagai juara Piala Dunia.
Editor: Riki Ilham Rafles
