
Kehebatan tiga bintang Piala Dunia 1930: Jose Nasazzi (Uruguay), Guillermo Stabile (Argentina), dan Hector Scarone (Uruguai) masih dikenang hingga kini.
Penulis: Tri Cahyo Nugroho
TVRINews – Jakarta, Indonesia
Piala Dunia 1930, turnamen sepak bola terbesar sejagat pertama, memunculkan sejumlah bintang yang tetap dikenang hingga saat ini.
Piala Dunia FIFA yang tahun ini, 2026, menjadi edisi ke-23 turnamen sepak bola terbesar di dunia. Sejak kali pertama digelar pada 1930, hanya dua kali Piala Dunia tidak bisa dilangsungkan karena terjadinya Perang Dunia II, yakni pada 1942 dan 1946.
Dari 22 kali gelaran, sudah sangat banyak bintang yang muncul dari gelaran Piala Dunia, tidak terkecuali di edisi pertama yang berlangsung di Uruguai, tepatnya di kota Montevideo, pada 1930.
Karena hanya diikuti 13 negara dari tiga konfederasi (dari 16 negara yang diundang), praktis bintang yang muncul pun menjadi terbatas.
Tuan rumah Uruguai akhirnya menjadi juara Piala Dunia untuk kali pertama pada 1930 setelah menumbangkan jagoan Amerika Selatan lainnya, Argentina, di partai final dengan skor 4-2.
Peringkat ketiga – yang sejatinya baru diperebutkan secara resmi di Piala Dunia berikutnya pada 1934 – direbut Amerika Serikat (AS) hanya karena unggul selisih gol atas Yugoslavia, meskipun seluruh pemain kedua tim saat itu sama-sama mendapatkan medali perunggu.
Meskipun begitu, Piala Dunia 1930 tetap berhasil memunculkan sejumlah bintang yang melegenda. Para bintang ini muncul dari negara-negara yang menempati posisi empat besar.
Jose Nasazzi. Ia menjadi kapten legendaris Timnas Uruguai. Ikon sesungguhnya La Celeste yang tak hanya mampu memimpin tim secara dingin namun juga ikut menentukan strategi.
Kuat sebagai bek kanan, Nasazzi benar-benar sosok pemimpin ideal Timnas Uruguai di lapangan saat itu dan menjadi kapten tim pertama yang mengangkat piala Jules Rimet, nama untuk trofi Piala Dunia sampai tahun 1966.
Hector Scarone. Masih dari Uruguai ada nama Hector Scarone. Dijuluki El Mago, Scarone dikenal sebagai gelandang berpengaruh dan kreatif karena kehebatan skill-nya dengan bola.
Scarone yang biasa bermain di antara para penyerang, disebut-sebut sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia di era itu usai dinobatkan sebagai juara dunia tiga kali setelah memenangi medali emas cabang sepak bola di Olimpiade 1924 dan 1928, serta Piala Dunia 1930.
Guillermo Stabile. Argentina memang kalah di final. Namun, Piala Dunia 1930 mencuatkan nama Guillermo Stabile sebagai pencetak gol terbanyak bukan hanya untuk Argentina tetapi juga di turnamen dengan delapan gol.
Luis Monti. Sepak terjang Stabile di lini depan Argentina tidak akan mulus tanpa peran gelandang tengah Luis Monti. Monti adalah pemain yang tangguh, kuat secara fisik, dan tanpa ampun, tetapi ia memiliki keterampilan teknis yang sejalan dengan stamina dan kemampuan tekelnya yang kuat.
Bert Patenaude. Penyerang Timnas AS ini mencetak hat-trick pertama dalam sejarah Piala Dunia selama turnamen tersebut. Patenaude melakukannya saat AS menggilas Paraguay 3-0 di fase grup.
Raphael Tracey. Ia adalah bek tengah kunci Timnas AS. Cedera yang dialaminya di semifinal melawan Argentina berdampak signifikan pada tim AS yang saat itu akhirnya menyerah 1-6.
Blagoje “Mosa” Marjanovic. Bintang terkemuka yang memimpin tim termuda Piala Dunia 1930, Yugoslavia, ke semifinal dengan dukungan pemain seperti Aleksandar “Tirke” Tirnanic yang juga bersinar.
Editor: Tri Cahyo Nugroho
